Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Nama Moeldoko Menjadi Trending Topic, Siapakah Dia? Ini Profilnya
Moeldoko ingin agar anak-anak yang dibantu M Foundation ini menjadi manusia Indonesia yang lengkap seutuhnya
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Nama Moeldoko menjadi trending topic google, Jumat (22/6/2019).
Hal tersebut berhubungan dengan penangguhan tahanan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko.
Banyak berita terkait dengan dirinya.
Dilansir dari Tribun Wow, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan tanggapan terkait penangguhan penahanan
Diketahui bahwa penangguhan penahanan Soenarko telah dikabulkan Polri, Jumat (21/6/2019).
Penjamin Soenarko terdiri dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.
Moeldoko menyatakan bahwa pemerintah tak ingin melibatkan diri dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang menjerat Soenarko.
Dirinya beralasan, pemerintah tidak mau mengurangi independensi aparat penegak hukum dalam menangani kasus.
Hal itu dikatakan Moeldoko dalam tayangan iNews Siang, seperti yang dikutip TribunWow.com, Sabtu (22/6/2019).
"Terus terang ya, saya dari awal mengatakan bahwa tidak mau ikut campur dalam konteks ini," ujar Moeldoko.
"Tidak mau intervensi, tidak mau melibatkan diri, tidak mau mengurangi independensi daripada aparat penegak hukum."
Moeldoko juga enggan mengomentari kasus Soenarko.
Ia mengatakan bahwa lebih baik publik mengetahui perkembangan kasus tersebut dari polisi.
"Saya belum tahu persis, tidak mau memberikan komentar karena nanti menjadi blunder," jelas Moeldoko.
"Lebih bagus satu sumber saja ya dari kepolisian."
"Tentunya kalau itu terjadi kan ada argumentasi atau alasan-alasan yang pasti kan begitu ya," tegasnya.
Siapa Moeldoko?
Dilansir dari wikipedia, Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S I P lahir di Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957.
Ia adalah tokoh militer Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 17 Januari 2018.
Ia menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.
Sidang Paripurna DPR-RI pada tanggal 27 Agustus 2013 menyetujui jenderal asal Kediri tersebut sebagai Panglima TNI baru pengganti Laksamana Agus Suhartono.
Ia adalah KSAD terpendek dalam sejarah militer di Indonesia seiring pengangkatan dirinya sebagai panglima.
Moeldoko merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa.
Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista.
Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995.
Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.
Pada 15 Januari 2014, Moeldoko meraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, dengan desertasinya berjudul "Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan)".
Ia lulus dan mendapatkan gelar tersebut dengan predikat sangat memuaskan.
Kehidupan pribadi
Moeldoko yang dilahirkan di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kediri ini merupakan putra bungsu dari 12 bersaudara pasangan Moestaman dan Masfu'ah.
Saudara-saudaranya adalah Moesadi, Muhammad Sujak, Poerwono, Suyono, Sugeng Hariyono, Supiyani, dan Siti Rahayu.
Ia menikah dengan Koesni Harningsih dan memiliki 2 anak, yaitu: Randy Bimantara dan Joanina Rachmaa.
Semasa masih aktif menjabat Panglima TNI, Moeldoko mendirikan masjid megah, Masjid Dr H Moeldoko.
Masjid yang berada dalam kompleks Islamic Center itu berlokasi di perbatasan kota Jombang dan Kediri.
Masjid ini diresmikan pada 1 Juni 2016, lebih cepat dari peresmian Islamic Centre Dr H Moeldoko yang baru diresmikan pada 6 Juni 2016.
Masjid ini dilengkapi fasilitas pendidikan dan sosial seperti panti asuhan, madrasah, gedung TKA Dharma Wanita, Taman Pendidikan Al Qur'an.
Moeldoko juga mendirikan M Foundation, sebuah yayasan sosial yang memiliki fokus kegiatan sosial dalam hal memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak yatim hingga jenjang perguruan tinggi.
Bantuan pendidikan M Foundation diberikan dengan persyaratan siswa akan diseleksi dan dievaluasi prestasi belajarnya secara berkala.
Moeldoko ingin agar anak-anak yang dibantu M Foundation ini menjadi manusia Indonesia yang lengkap seutuhnya, hablum minan-nas pun juga hablum minallah.
Data diri:
Nama: Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko, S I P
Lahir:Kediri, Jawa Timur, Indonesia, 8 Juli 1957
Partai politik: Hanura (2016–2018)
Pasangan: Koesni Harningsih
Anak: Randy Bimantoro
Joanina Rachma
Tempat tinggal: Jl. Lembang Terusan, Menteng
Alma mater: Akademi Militer 1981
Penghargaan sipil: Adhi Makayasa - Tri Sakti Wiratama 1981
Pendidikan militer
- Akabri (1981) (Lulusan Terbaik - Adhi Makayasa & Tri Sakti Wiratama)
- Kursus Dasar Kecabangan Infanteri
- Kursus Dasar Para
- Susjurpa Jumpmaster
- Sus Bahasa Inggris
- Sus Kasi Ops
- Suslapa-1 Inf
- Suslapa Inf
- Seskoad (1995) (Lulusan Terbaik)
- Sesko TNI (2001)
- Susdanrem
- Susstrat Perang Semesta
- PPRA XLII Lemhannas (2008)
Riwayat jabatan
- Danton Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana (1981)
- Danki A Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana (1983)
- Kasi Operasi Yonif Linud 700/BS Kodam VII/Wirabuana
- Perwira Operasi Kodim 1408/BS Makassar
- Wakil Komandan Yonif 202/Tajimalela
- Kasi Teritorial Brigif-1 PAM IK/JS
- Komandan Yonif 201/Jaya Yudha (1995)
- Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat (1996)
- Sespri Wakasad (1998)
- Pabandya-3 Ops PB-IV/Sopsad
- Komandan Brigif-1/Jaya Sakti (1999)
- Asops Kasdam VI/Tanjung Pura
- Dirbindiklat Pussenif
- Komandan Rindam VI/Tanjung Pura (2005)
- Komandan Korem 141/Toddopuli Bone (2006)
- Pa Ahli Kasad Bidang Ekonomi (2007)
- Direktur Doktrin Kodiklat TNI AD (2008)
- Kasdam Jaya (2008)
- Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad (2010)
- Panglima Kodam XII/Tanjungpura (2010)
- Panglima Kodam III/Siliwangi (2010)
- Wakil Gubernur Lemhannas (2011)
- Wakasad (2013)
- KSAD (2013)
- Panglima TNI (2013-2015)[6]
Riwayat Organisasi
- Anggota Dewan Pembina DPP Partai Hanura (2016-2017)
- Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura (2017-sekarang)
- Ketua Umum HKTI (2017-2020)
Sumber berita: https://wow.tribunnews.com/2019/06/22/soal-penangguhan-penahanan-soenarko-moeldoko-enggan-komentar-nanti-jadi-blunder?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jenderal-moeldoko-staff-presiden-jokowi-minta-polisi-usut-kelompok-baju-hitam-di-momen-may-day.jpg)