Sosok PPL Polewali Mandar Abigael Lomo: Menyuluh untuk Tanamkan Rasa Cinta Pertanian

Abigael Lomo menjadi perantara petani yang belum mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan memberikan informasi seputar pertanian.

Sosok PPL Polewali Mandar Abigael Lomo: Menyuluh untuk Tanamkan Rasa Cinta Pertanian
Kementan
Sosok PPL Polewali Mandar Abigael Lomo: Menyuluh untuk Tanamkan Rasa Cinta Pertanian 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA-Perkembangan teknologi dewasa ini membuat masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi melalui internet, tak terkecuali dengan dunia pertanian.

Berbagai informasi mengenai pertanian bisa didapatkan melalui teknologi internet.

Namun nyatanya belum semua masyarakat mampu mengikuti perkembangan teknologi, seperti masyarakat yang tinggal di daerah cukup terpencil.

Abigael Lomo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dengan wilayah binaan Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo ini menjadi perantara petani yang belum mampu mengikuti perkembangan teknologi dengan memberikan informasi seputar pertanian.

Namun ada kegiatan lain yang cukup menarik perhatian. Wanita yang akrab disapa Abby ini mengajarkan pertanian.

Menanamkan rasa cinta pada dunia pertanian sejak dini. Cara memperoleh informasi seputar pertanian melalui internet pun diajarkan Abby ke anak-anak ini.

Selain supaya anak-anak di desa ini mampu mengikuti perkembangan teknologi dan mempermudah mendapatkan informasi seputar pertanian, juga mereka dapat mengajarkan pada orangtuanya yang juga petani.

Abby melihat, profesi PPL begitu asing di telinga anak-anak SD di Pedalaman Ratte, Kecamatan Masanda, Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Alasan tersebut membuat Abby berinisiatif mengikuti Kelas Inspirasi sebagai "Relawan" untuk memperkenalkan profesi Penyuluh Pertanian Lapang di SDN 179 Ratte.

“Selain memperkenalkan, saya juga mengarahkan mereka bagaimana cara memperoleh pekerjaan tersebut. Tentunya mereka harus tamat SD terlebih dahulu, kemudian mereka melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama tiga tahun,” terangnya.

Halaman
123
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved