Pilpres 2019

Ribuan Peserta Bakal Ramaikan Gerakan Makassar Damai untuk Indonesia

Jelang pengumuman hasil keputusan MK terkait sengketa Pilpres 2019, Pemkot Makassar akan melaksanakan Gerakan Makassar Damai untuk Indonesia

Ribuan Peserta Bakal Ramaikan Gerakan Makassar Damai untuk Indonesia
Pemkot Makassar
Sekda Kota Makassar M Ansar memimpin rapat pemantapan kegiatan Makassar Damai untuk Indonesia, Jumat (21/6/2019) kemarin. (Pemkot Makassar) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang pengumuman hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap sidang sengketa Pemilihan Presiden Pilpres 2019, Pemkot Makassar akan melaksanakan Gerakan Makassar Damai untuk Indonesia.

Kegiatan ini rencananya akan dihelat pada 30 Juni mendatang di Tribun Lapangan Karebosi.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dijadwalkan menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan peserta Gerakan Makassar Damai untuk Indonesia.

Baca: Hadiri Makan Malam FKP Unhas, Iqbal Suhaeb Sebut Keistimewaan Produksi Hasil Laut Makassar

Baca: 230 Warga Sudah Terdaftar pada Kegiatan Makassar Hapus Tatto

Baca: Konjen India Ajak Warga Makassar Ramaikan Hari Yoga Internasional

"Kami mengundang 1.030 peserta untuk menghadiri kegiatan ini," kata Sekda Kota Makassar M Ansar usai rapat pemantapan kegiatan Makassar Damai untuk Indonesia, Jumat (21/6/2019) kemarin.

Sekda Kota Makassar M Ansar memimpin rapat pemantapan kegiatan Makassar Damai untuk Indonesia, Jumat (21/6/2019) kemarin. (Pemkot Makassar)
Sekda Kota Makassar M Ansar memimpin rapat pemantapan kegiatan Makassar Damai untuk Indonesia, Jumat (21/6/2019) kemarin. (Pemkot Makassar) (Pemkot Makassar)

Berbagai rangkaian acara yang sarat dengan nilai nasionalisme akan mewarnai kegiatan ini sebagai wujud kecintaan pada NKRI.

"Pesan cinta dan damai untuk bumi pertiwi kita gaungkan dari Makassar. Kisruh Pilpres 2019 tidak boleh mengoyak kedamaian dan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia," pungkas Ansar.

Sidang sengketa Pilpres sendiri hingga saat ini masih terus bergulir di Mahkamah Konstitusi.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman (tengah) memimpin sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres 2019 mengagendakan pembacaan tanggapan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN).
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman (tengah) memimpin sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres 2019 mengagendakan pembacaan tanggapan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN). (Tribunnews/Jeprima)

MK dijadwalkan akan memutuskan hasil sengketa pada 28 Juni 2019 mendatang. (tribun-timur.com)

 Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan Berita Pilihan tribun-timur.com

di Whatsapp Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved