Skak Mat, Romahurmuziy Dibilangin Gini Sama Jubir KPK Karena Keluhkan Fasilitas Rutan, Bikin Nyesek

Skak Mat, Romahurmuziy Dibilangin Gini Sama Jubir KPK Karena Keluhkan Fasilitas Rutan, Bikin Nyesek

Skak Mat, Romahurmuziy Dibilangin Gini Sama Jubir KPK Karena Keluhkan Fasilitas Rutan, Bikin Nyesek
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Skak Mat, Romahurmuziy Dibilangin Gini Sama Jubir KPK Karena Keluhkan Fasilitas Rutan, Bikin Nyesek 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terkait keluhan mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy alias Romy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara.

Dilansir dari Tribunnews.com, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan menjadi tahanan memang memiliki banyak pembatasan.

“Jika ingin hidup bebas, semestinya sejak awal tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi aturan yang berlaku, khususnya dalam konteks ini dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

Namun, sambung Febri, KPK tetap memastikan pengelolaan Rutan dilakukan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Baca: Apa Hubungan Kiai Asep dengan Romahurmuziy yang Kena OTT KPK? Kok Ngakunya Tidak Kenal Romy

Baca: Blak-blakan Romahurmuziy Saya Hanya Meneruskan Rekomendasi dari Kyai Asep dan Bu Khofifah

Baca: Wawancara di KPK, Romahurmuziy Sebut Nama Khofifah dan Kiai Asep, Mahfud MD Siap Buka-bukaan

“Bahkan tadi ada kunjungan dari pihak Ditjen Pas Kemenkumham untuk melihat kesesuaian sarana, prosedur dan pengelolaan tahanan lainnya. Secara prinsip disampaikan hal-hal yang pokok sudah dijalankan di Rutan cabang KPK,” kata Febri.

Terkait dengan pemanas makanan, tadi juga disebutkan hal tersebut dilarang dibawa masuk.

Sedangkan terkait dengan waktu untuk ibadah, KPK sudah memfasilitasi sesuai dengan ajaran agama masing-masing tahanan.

“Jadi tidak benar jika dikatakan tahanan diborgol saat menjalankan ibadah tersebut,” kata Febri.

“Sekali lagi, KPK berharap hal ini juga menjadi pembelajaran bagi publik, terutama bagi para pejabat agar tidak melakukan korupsi. Karena jika diproses dalam kasus korupsi atau pidana lainnya dan ditahan, maka akan ada pembatasan kebebasan dan fasilitas yang memang diatur di peraturan pidana yang berlaku,” imbuhnya.

Adapun, dalam surat yang berisi keluhan Romi dan tahanan KPK terdiri dari dua rangkap.

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved