Cegah Gizi Buruk pada Balita, Mahasiswa Unibos Produksi Mie Daun Kelor

Produk tersebut yakni mengubah daun kelor menjadi olahan mie yang dapat dikonsumsi bagi masyarakat termasuk balita.

Cegah Gizi Buruk pada Balita, Mahasiswa Unibos Produksi Mie Daun Kelor
Humas Unibos
Mahasiswa Unibos bersama tim PKK Desa Nisombalia Dusun Mambue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulsel, menyicipi mie terbuat dari daun kelor yang dikembangkan oleh empat mahasiswa Unibos, Jumat (21/6/2019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) yang lolos dalam PKM-M 2019, menciptakan produk berkuakitas.

Produk tersebut yakni mengubah daun kelor menjadi olahan mie yang dapat dikonsumsi bagi masyarakat termasuk balita. 

Pengolahan produksi mie daun kelor ini dilakukan di Desa Nisombalia Dusun Mambue, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (21/06/2019). 

 Sisa 10 Hari, Yuk Serbu Promo Back to School di Gramedia Makassar

 Ini Penjelasan Panitia Pilkades Serentak Mamasa Setelah Dituding Terima Suap


PKM-M ini, dilaksanakan oleh empat mahasiwa Unibosasing-masing Mirnawati, Junike Safitri, Renal dan Nurlailiyah yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Pertanian Unibos, Dr Sri Firmiaty, MP. 

Ketua Tim PKM-M yang dinamakan program M3DOR Daun Kelor, Mirnawati menjelaskan, makanan ini dibuat dengan tujuan memberi solusi mengubah kelor yang termasuk makanan rendah kalori menjadi makanan tinggi kalori.

"Dan hasil produksi ini, tetap memiliki gizi seimbang yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan balita kekurangan gizi," papar Mirnawati.
 
Melalui program M3DOR, daun kelor yang tadinya hanya dikonsumsi sebagai sayuran saja kini dapat dijadikan sebagai produk yang memiliki nilai tambah menjadi Mie Daun Kelor.

Mie dari daun kelor ini termasuk olahan yang sangat mudah sehingga masyarakat dapat mandiri mengembangkan produk tersebut dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

“Kami menemukan ide ini berawal dari keprihatinan melihat banyaknya tumbuhan kelor yang ada dilahan sekitar lingkungan kita yang dibiarkan mati begitu saja," kata Mirnawati.

"Sehingga kami mencari ide bagaiamana caranya agar tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan warga setempat menjadi olahan yang lebih memiliki nilai tambah," katanya lagi. 

 VIDEO: As Magic Turut Bantu Kakek Arsyad, Serahkan Donasi Uang Rp 24 Juta di Bottoe Barru

TRIBUNWIKI: Malindo Air Tergelincir, Simak Sejarah dan Ulasan Maskapai Ini


Ketua PKK Desa Nismobalia, Hj Purwani menuturkan program ini dinilainya sangat nermanfaat karena dapat membantu masyarakat jadi lebih tahu jika daun kelor bisa dikelola.

"Tetapi dapat juga di olah menjadi makanan lain seperti mie yang sehat. Sehingga anak-anak tidak ketergantungan beli mie instan diluar karena sudah bisa dibuat sendiri di rumah," pungkas Purwani. (*)


Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved