Warga Swadaya Buat Jembatan di Lapaukke Pammana Wajo

Salah satunya jembatan di Kampung Pabare, Dusun Bila, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.

Warga Swadaya Buat Jembatan di Lapaukke Pammana Wajo
Sarifuddin
Warga benahi jembatan yang terbuat dari batang kelapa di Kampung Pabare, Dusun Bila, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. 

TRIBUN-WAJO.COM, PAMMANA - Banjir yang sempat melanda sebagian wilayah di Kabupaten Wajo, sehari sebelum lebaran Idulfitri, Selasa (4/6/2019) lalu tak hanya merendam tanah pertanian dan memasuki wialyah permukiman warga. 

Tetapi bencana banjir tersebut juga merusak sebagian infrastruktur jalan dan jembatan.

Kalah dari Becamex, Suporter PSM Makassar: Balas di Pakansari

Mahasiswa FT UNM Ciptakan Aplikasi Pappilajara, Khusus Penyandang Tunarungu

Salah satunya jembatan di Kampung Pabare, Dusun Bila, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.

Jembatan penghubung antar desa tersebut putus diterjang banjir dan hingga kini belum diperbaiki. Untuk beraktivitas, masyatakat berswadaya memperbaiki jembatan tersebut dengan menggunakan batang kelapa.

"Ini belum pernah diperbaiki sejak banjir, mobil tidak bisa lewat, cuma motor. Kalau hujan biasa licin dan motor tidak lewat," kata salah satu warga, Sattung.

Tokoh Pemuda di Kecamatan Pammana, Safaruddin menyampaikan bahwa daerah tersebut belum tersentuh aspal.

"Belum pernah ada sentuhan pengaspalan sampai detik ini itupun kalau dapat pengerasan apabila musim hujan maka akan rusak atau becek lagi sehingga masyarakat sangat resah," katanya.

Warga benahi jembatan yang terbuat dari batang kelapa di Kampung Pabare, Dusun Bila, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.
Warga benahi jembatan yang terbuat dari batang kelapa di Kampung Pabare, Dusun Bila, Desa Lapaukke, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo. (Sarifuddin)

Keresahan tersebut seperti, masyarakat sulit menjual hasil pertaniannya ke luar. Bahkan anak-anak kerap tak pergi ke sekolah akibat akses jalan tersebut terputus.

"Adik-adik yang sekolah harus jalan kaki karena kampung ini tidak bisa dilalui kendaraan, karena jembatan yang terbuat dari pohon kelapa terbawa arus sehingga akses betul-betul lumpuh," katanya.

Warga setempat berharap, pemerintah betul-betul memerhatikan infrastruktur jalan. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Jangan Lupa Follow IG @tribuntimurdotcom

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved