Pilpres 2019

Ungkap Modus Suara Jokowi Ditambah Prabowo Dikurangi, Ini Profil Saksi Ahli Jaswar Koto di Sidang MK

Ungkap modus suara Jokowi ditambah Prabowo dikurangi, ini profil saksi ahli Jaswar Koto di Sidang MK.

Ungkap Modus Suara Jokowi Ditambah Prabowo Dikurangi, Ini Profil Saksi Ahli Jaswar Koto di Sidang MK
Facebook @jaswarkoto
Ungkap modus suara Jokowi ditambah Prabowo dikurangi, ini profil saksi ahli Jaswar Koto di Sidang MK. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ungkap modus suara Jokowi ditambah Prabowo dikurangi, ini profil saksi ahli Jaswar Koto di Sidang MK.

Jaswar mengungkap modus suara Joko Widodo (Jokowi) ditambah dan Prabowo Subianto dikurangi di Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (20/6/2019).

Jaswar Koto adalah ahli biometric software development yang dihadirkan oleh tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno.

Ungkap modus suara Jokowi ditambah Prabowo dikurangi di sidang MK, simak profil lengkap saksi ahli Jaswar Koto pada bagian akhir artikel ini.

Pada lanjutan sidang MK, Jaswar mengungkap terdapat pola kesalahan input data pada sistem Situng atau Real Count KPU.

Dia mengatakan, pola kesalahan hitung dalam sistem Situng KPU cenderung menggelembungkan perolehan suara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Pola kesalahan hitung tersebut justru mengurangi suara pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Pola kesalahan hitung pada Situng mengacu pada penggelembungan suara 01 dan pengurangan pada (suara) 02," ujar Jaswar dalam sidang lanjutan sengketa hasil pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Baca: Sidang MK Pilpres 2019, Jubir BPN Faldo Maldini Ungkap Prabowo Subianto Tak Akan Menang dari Jokowi

Baca: Sosok dan Peran Tak Terduga Kivlan Zein, Habil Marati, Sofyan Jacob, Soenarko Tersangka Kasus Makar

Baca: Pendaftaran CPNS 2019 di sscn.bkn.go.id setelah Penerimaan PPPK (P3K), Berikut Penjelasan Resmi BKN

Jaswar dikutip dari Kompas.com memaparkan analisis yang ia lakukan sebagai contoh.

Dari 63 TPS yang dipilih secara acak terjadi kesalahan input data, yakni terdapat perbedaan antara data angka di situng dengan rekapitulasi formulir C1 milik KPU.

Halaman
1234
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved