Citizen Reporter

Tenaga Ahli P3MD dan KPM Keera Wajo Gelar Konvergensi Pencegahan Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Tenaga Ahli P3MD dan KPM Keera Wajo Gelar Konvergensi Pencegahan Stunting
citizen reporter
Tenaga Ahli Pelatihan Pengembangan Sumber daya Manusia (P3MD) dengan peserta para Kader Pengembangan Manusia (KPM) se-Kecamatan Keera Wajo menggelar Kegiatan Konvergensi Pencegahan Stunting, Rabu (19/06/2019) 

Citizen Reporter, Andi Hasriadi

Tenaga Ahli Pelatihan Pengembangan Sumber daya Manusia (P3MD) dengan peserta para Kader Pengembangan Manusia (KPM) se-Kecamatan Keera Wajo menggelar Kegiatan Konvergensi Pencegahan Stunting, Rabu (19/06/2019)

Kegiatan ini dihadiri puluhan kader dan simpatisan di Warkop Batue, Desa Ciromanie, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulsel, Cetus Alimsyah Alimuddin

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak memadai, ujar Candra Andi Budiman,

Untuk itulah mulai tahun ini, pemerintah desa akan mengakomodasi konvergensi pencegahan stunting dengan melibatkan para pihak. Mulai dari OPD yang domain utamanya bidang kesehatan hingga pihak lain yang tidak berdomain kesehatan, seperti UPTD Pendidikan.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Keera mengungkapkan bahwa

“Ini keroyokan kita harus secara bersama-sama mengelola pencegahan stunting ini, agar anak-anak kita yang lahir tahun-tahun ini yang akan berusia kira-kira 25 tahun pada tahun 2045, bisa menjadi generasi emas yang mengantar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang gilang-gemilang,” tambah Abdul Wahab Dai

Lanjut Wahab, tahun 2045 adalah tahun peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia, di mana kita berharap, pada saat itu, anak-anak bangsa kita sehat dan berkualitas.

Pembicara yang akrab dipanggil Ettana Adel ini juga menegaskan bahwa sebaiknya kita konsisten menggunakan istilah stunting yang netral dan tidak mengandung serangan verbal, kita hanya sering menggunakan kata-kata seperti cebol, ceper, katek, pendek, kecil molek yang mengandung serangan verbal kepada pribadi penderitanya.

Halaman
123
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved