Resmi Gantung Raket, Nama Lee Chong Wei Dihapus dari Peringkat Dunia, Cek Ranking Jojo dan Ginting
Setelah resmi gantung raket atau pensiun, nama pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei dicoret dari daftar peringkat dunia.
TRIBUN-TIMUR.COM-Setelah resmi gantung raket atau pensiun, nama pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei dicoret dari daftar peringkat dunia.
Hal tersebut tampak saat Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/ BWF) merilis daftar peringkat baru pada Selasa (18/6/2019).
Pembaruan peringkat dunia BWF minggu ini menyita banyak perhatian menyusul keputusan Lee Chong Wei untuk pensiun pada Kamis (13/6/2019) minggu lalu.
Usai memutuskan gantung raket, nama dan peringkat Lee Chong Wei minggu ini resmi dihapus oleh BWF.
Setelah pensiunnya Lee Chong Wei, Malaysia kini bertumpu pada pemain muda di nomor tunggal putra.
Lee Zii Jia menjadi pebulu tangkis tunggal putra Malaysia dengan peringkat tertinggi, yakni peringkat ke-18 dunia.
Selama 19 tahun karier bulu tangkisnya, Lee Chong Wei telah meraih 69 gelar juara.
Lee Chong Wei juga pernah menjadi pebulu tangkis tunggal putra nomor 1 dunia selama 348 minggu.
Bahkan, Lee Chong Wei pernah mempertahankan peringkat 1 dunia selama 199 minggu berturut-turut dalam kurun waktu 2008 hingga 2012.
Lee Chong Wei berhasil meraih 46 gelar Super Series, 12 gelar Malaysia Open, 4 gelar All England, 3 medali perak Olimpiade, 2 gelar Kejuaraan Asia, dan 3 medali perak Kejuaraan Dunia.
Sepanjang kariernya, Lee Chong Wei tercatat memiliki 705 kemenangan dan 134 kekalahan. Lee Chong Wei memutuskan pensiun lantaran penyakit kanker hidung yang dideritanya.
Meski sudah melakukan perawatan di Taiwan dan kembali ke Malaysia pada Oktober tahun lalu, Lee Chong Wei belum mendapatkan izin dari dokter yang menanganinya untuk melanjutkan latihan.
Setelah mendapatkan hasil kontrol medis pada April lalu, Lee Chong Wei akhirnya sampai pada keputusan untuk pensiun.
Hal tersebut dilakukan karena dokter yang menanganinya tidak menyarankan Lee Chong Wei untuk kembali berlatih dan bermain bulu tangkis untuk meminimalisasi risiko kambuhnya kanker hidung yang dia alami.
Jonatan Christie Kalahkan Anthony Ginting
Sementara itu, dua pebulu tangkis tunggal putra Indonesia masih duduk 10 besar peringkat dunia.
Namun, peringkat Jonatan Christie kini melampaui kompatriotnya Anthony Sinisuka Ginting.
Jojo yang baru saja meraih gelar di Australia Open 2019 kini di peringkat 7 dengan poin 66,188 dengan 20 kali mengikuti turnamen.
Sementara Anthony Ginting berada di peringkat 8 dengan poin 66,012 setelah 21 kali mengikuti turnamen.
Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI, Hendry Saputra membeberkan beberapa perubahan yang terjadi anak didiknya, Jonatan Christie.
Performa Jonatan sempat menurun usai merebut medali emas Asian Games 2018, namun perlahan tapi pasti, penampilannya mulai membaik.
Setelah beberapa kali membuat kejutan dengan menumbangkan pemain top level di sejumlah turnamen, Jonatan akhirnya berhasil merebut gelar juara dari New Zealand Open dan Australia Open 2019.
"Jonatan dalam kondisi fisik yang prima, dia itu memang staminanya harus bagus. Jonatan mainnya perlu durasi panjang, tempo lama, jadi awalnya itu dulu, teknik dan cara main saya lihat dia bisa lebih menguasai," ungkap Hendry dikutip dari badmintonindonesia.org
"Kedua, dari fokusnya Jonatan dan seberapa besar ambisinya untuk raih gelar. Tiga hal ini paling penting buat Jonatan. Kalau dibilang main lebih safe, memang kalau ketemu kompetitor dia, rata-rata memang sudah lebih safe. Dari beberapa stroke pukulan yang biasanya dia nggak yakin, sekarang lebih berani diterapkan dan menguntungkan, dari pukulan tipuan, atau ubah-ubah arah pukulan. Dari strategi pun sudah lebih baik," beber Hendry.
Jonatan meraih gelar Australia Open 2019 usai mengalahkan teman sendiri, Anthony Sinisuka Ginting, dengan skor 21-17, 13-21, 21-14.
Meski berstatus turnamen level super 300, namun jelang pengumpulan poin menuju olimpiade Tokyo 2020, banyak para pemain top level yang ambil bagian dalam kejuaraan ini.
Pengumpulan poin olimpiade dimulai pada turnamen New Zealand Open 2019 pada bulan Mei lalu dan akan berakhir di turnamen Badminton Asia Championships 2020 pada bulan April mendatang.
"Saya rasa hasil ini cukup oke lah, di sebuah turnamen, nggak ada capaian yang lebih tinggi dari all Indonesian final. Bagi saya ini sudah oke, melebihi target, tadinya target salah satunya masuk final dan juara, tapi ini keduanya lolos," tutur Hendry.
"Kalau dibilang ini kan cuma super 300, nggak apa-apa juara super 300, sah saja, kan lagi mengejar poin untuk olimpiade. Misalnya ada pemain yang nggak ikut super 300 tidak apa-apa juga, tapi kalau pemain itu poinnya kurang, pasti nanti dicari juga turnamen super 300," tambahnya.
"Contohnya, Hendra (Setiawan)/(Mohammad) Ahsan yang juara All England ikut main di level super 300 boleh nggak? Ya boleh saja, kan lagi cari poin ke olimpiade. Tapi benar istilahnya bahwa Jonatan dan Anthony kalau di level super 300 memang sudah layaknya untuk juara," pungkas Hendry.
Jonatan kini sudah mulai menjalani latihan di Pelatnas Cipayung untuk mempersiapkan diri jelang kejuaraan selanjutnya di Blibli Indonesia Open 2019.
Anthony Ginting Diminta Kurangi Kesalahan
Kemampuan teknik permainan Anthony Sinisuka Ginting memang sudah tak diragukan lagi.
Pemain jebolan klub SGS PLN Bandung ini telah membuktikannya di sejumlah turnamen top level.
Akan tetapi, Anthony masih belum bisa tampil stabil sepanjang permainan dan membuat kesalahan sendiri.
Hal ini dipandang Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra, sebagai salah satu hal yang mesti dibenahi dari Anthony.
Pemain rangking delapan dunia ini belum berhasil meraih gelar juara pada tahun ini.
Pada tahun lalu, Anthony merebut dua gelar gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2018 Super 500 dan China Open 2018 Super 1000.
Ia juga meraih medali perunggu Asian Games 2018 di Jakarta.
"Saya suka bilang sama Anthony, standard dan kualitas dia bagus banget. Jangan lihat dia kalah menangnya sekarang, waktu di China Open 2018, banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah jadi jelek? Tidak, dia bagus kok, tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak," ujar Hendry dilansir dari laman Badmintonindonesia.org.
"Dia melakukan kesalahan yang tidak tepat waktunya, di angka-angka yang penting. Saya bilang, kamu harus lebih sabar, lebih ulet, lebih safe. Ini perlu, jadi kalau mengalami lagi, bisa digunakan senjatanya. Kalau sedang poin kritis, smash tipis-tipis, di-challenge hasilnya nol koma sekian mm ternyata out, itu sering terjadi," tambahnya.
Dituturkan Hendry, Anthony harus bisa memperbaiki kekurangannya tersebut karena ini merupakan persiapan awal untuk meningkatkan performanya.
Hendry juga telah menyiapkan latihan dan program khusus untuk melatih fokus dan konsentrasi agar Anthony bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri saat bertanding.
"Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh, saya nggak bilang nggak pintar, tapi kecerdasannya harus ditambah. Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan, feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini, latihan lebih safe," ujar Hendry.(*)
BWF World Rangkings
1. Kento Momota (Jepang): 11.118 poin
2. Shi Yu Qi (China) : 90.661 poin
3. Viktor Axelsen (Denmark) : 79.438 poin
4. Chou Tien Chen (Chinese Taipei) : 79.118 poin
5. Chen Long (China): 75.840 poin
6. Son Wan Ho (Korea Selatan): 67.910 poin
7. Jonatan Christie (Indonesia): 66.188 poin
8. Anthony Sinisuka Ginting: 66.012 poin
9. Kidambi Srikanth (India): 63.140 poin
10. Kenta Nishimoto (Jepang): 58.533.(*)
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:
Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BWF Resmi Hapus Nama Lee Chong Wei dari Peringkat Dunia", https://bola.kompas.com/read/2019/06/20/11500048/bwf-resmi-hapus-nama-lee-chong-wei-dari-peringkat-dunia.
Penulis : Farahdilla Puspa
Editor : Eris Eka Jaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lee-chong-wei-pensiun-1.jpg)