Presiden Bakal Turunkan Pajak Ekspor, Eksportir Sulsel: 5 Persen Saja Sudah Berharga

Presiden Joko Widodo menilai, permasalahan ekonomi Indonesia dari dulu adalah defisit neraca perdagangan.

Presiden Bakal Turunkan Pajak Ekspor, Eksportir Sulsel: 5 Persen Saja Sudah Berharga
Humas Kementan
Genjot Ekspor dan Investasi, Kementan Wujudkan Perintah Presiden 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden Joko Widodo menilai,  permasalahan ekonomi Indonesia dari dulu adalah defisit neraca perdagangan.
 Mengutip data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah segera melakukan pemangkasan pajak besar-besaran dalam beberapa sektor usaha.

“Jadi kalau seandainya penurunan seperti tax holiday dan tax allowance atau bahkan rencana kita untuk melakukan perubahan undang-undang PPh (Pajak Penghasilan) supaya tarifnya lebih rendah," kata Sri Mulyani dilansir Tribunnews.com, Kamis (20/6/2019).

VIDEO Ahli KPU, Marsudi Wahyu Kisworo Sebut Penambahan-Pengurangan Suara Terjadi di 2 Paslon

Nurdin Abdullah Cari Waktu Baik Copot Pejabat Pemprov


"Itu sekarang sedang di exercisese berapa cepat, dan itu sudah betul-betul harus dihitung. Rate-nya turun ke 20 persen, itu seberapa cepat dan berapa risiko fiskalnya bisa ditanggung dan bagaimana implementasinya,” kata Sri Mulyani.
Kabar itu jadi angin segar bagi eksportir Sulselbar. Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief R Pabettingi mengatakan, selama ini ekportir harus mengikuti syarat ekpor dari lima kementerian.

"Kementerian ekomomi, Kementerian Perdagangan, Kemeneterian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perindustrian. Setelah itu lolos, di harus membayar pajak yang terbilang tinggi," katanya via telepon, Kamis (20/6/2019).

"Ada keinginan President untuk turunkan pajak ekspor, yah itu kabar baik buat kami. Srtidaknya bisa turunkan 5 persen saja sudah sangat berharga untuk kami ekportir," jelas Arief sapaannya.

Kabar Gembira, Urus SIM Baru & Perpanjangan Serta SKCK Bisa Gratis, Perhatikan Syarat Berikut

PKS Tak Ambil Pusing, Roem: Nda Ditahu Maumu Apa?


"Di Malaysia itu suku bunga pinjamannya 4,6 persen, nah kita di Indonesia sampai 11 persen hingga 12 persen. Itu saja sudah memberatkan, apalagi ditambah pajak lagi," ujarnya.

Bila pemerintah jadi menurunkan pajak ekspor, ekportir kian termotivasi untuk produksi. "Yah dalam kata lain surplus neraca perdagangan akan terasa nantibya," kata lelaki berkacamata itu. (tribun-timur.comLaporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Jangan Lupa Follow IG @tribuntimurdotcom

 

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved