Citizen Reporter

Pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Bahas Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks

Diseminasi berjudul “Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks” di kantor Yayasan Klenteng Kwan Kong, Kecamatan Wajo, Kota Makassar

Pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Bahas Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks
Dok Miguel Dharmadjie
Suasana diseminasi informasi dan komunikasi publik tentang Hoax berjudul “Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks” di kantor Yayasan Klenteng Kwan Kong, Kecamatan Wajo, Kota Makassar pada Sabtu (15/06/19). 

Citizen Reporter, Miguel Dharmadjie, S.T., CPS® Penyuluh Informasi Publik Prov Sulawesi Selatan

Untuk memberikan wawasan diseminasi informasi dan komunikasi publik tentang Hoax kepada umat Buddha,

khususnya pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong; selaku Penyuluh Informasi Publik (PIP) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kementerian Agama RI kami membawakan diseminasi berjudul “Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks” di kantor Yayasan Klenteng Kwan Kong, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sabtu (15/06/19).

Kegiatan literasi yang dilakukan usai sembahyang bersama HUT Dewa Pangeran Kwan Phing ini dihadiri 32 orang pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong, terdiri dari : Ketua Dewan Pembina Ir. Kevin Tanzil, Ketua Badan Pengurus Kusdiagung Gosal serta jajaran Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Pengawas dan Badan Pengurus.

Kegiatan literasi media sosial ini bertujuan untuk dapat meningkatkan literasi digital pengurus akan media sosial sehingga menjadi lebih sadar akan bahaya hoaks, lebih berhati-hati untuk menyebarluaskan suatu informasi,

mengetahui cara mengidentifikasi hoaks serta dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri kepada masyarakat guna  memantapkan kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan Kerukunan Umat Beragama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam literasi media sosial ini para pengurus diajarkan agar dapat bijak bermedia sosial dengan : menempatkan media sosial (medsos) sebagai alat bantu untuk tetap di bawah kontrol penggunanya;

menggunakan medsos dengan landasan pemahaman dan kesadaran bahwa konten/informasi medsos memiliki kemungkinan benar/salah, baik/buruk, bermanfaat/tidak bermanfaat, ranah pribadi/publik, perlu/tidak perlu disebarluaskan, dan sebagainya;

verifikasi informasi dimana sumber informasi jelas, kompeten dan dapat dipercaya, memiliki fakta/data obyektif yang mendukung serta disampaikan sesuai konteks waktu dan tempat; dan melakukan seleksi sebelum

menyebarluaskan informasi dimana tidak menyampaikan informasi yang sifatnya pribadi serta menjaga diri agar tidak menyebarluaskan konten yang menyebarluaskan hoaks, fitnah, aib, hinaan, ejekan, ujaran kebencian, pornografi dan konten negatif sejenisnya.

Halaman
12
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved