Musywil Pemuda Muhammadiyah di Parepare, Eks Ketua Umum IMM Sulsel Bilang Begini

Musywil digadang-gadang akan berlangsung di Pare-pare, Sulawesi Selatan, Jumat-Minggu (28-30/6/2019) mendatang.

Musywil Pemuda Muhammadiyah di Parepare, Eks Ketua Umum IMM Sulsel Bilang Begini
Ahmad
Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan Priode 2013-2015, Ahmad 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan Priode 2013-2015 Ahmad, menaruh harapan besar pada perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) Pemuda Muhammadiyah.

Musywil digadang-gadang akan berlangsung di Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat-Minggu (28-30/6/2019) mendatang.

Melalui rilisnya pada Tribun Timur, Kamis (20/6/2019), Ahmad mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk membangun gagasan dalam menghadapi Musywil.

"Ayo kita membangun gagasan dalam menghadapi Musywil sebagai laboratorium pemuda, karena ini terminal terakhir di Organisasi Otonom Muhammadiyah (ortom)," katanya.

Media Afghanistan Unggah Bendera Indonesia Terbalik Jelang Semifinal Piala Asia Futsal U-20

Provinsi Ini Butuh 200 Guru SMA di Rekrutmen CPNS dan PPPK 2019,Kapan Dibuka? Jawaban Biro Humas BKN

Alumni FAI Unismuh Makassar ini menilai, kader yang masuk dalam formatur sudah pernah berproses di organisasi tingkat ortom.

"Teman-teman yang masuk Pemuda Muhammadiyah tidak diragukan lagi kekaderannya karena sudah pernah berproses sebelumnya di organisasi otonom seperti IMM dan IPM," ujarnya.

Ia berharap, ke depan pemuda mesti lebih berdaya  sebagai kekuatan daerah dan aset bangsa serta kerja-kerja pemberdayaan harus terus didorong di berbagai lini kehidupan.

"Menghadapi era digital saat ini, akses informasi yang begitu cepat pemuda harus tampil sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan zaman," paparnya.

TRIBUN WIKI; Eks Parlemen Jalanan Wajo Terpilih Jadi Anggota DPRD

Pemkab Lutra Ngotot Lanjutkan Pembangunan Bendungan Sungai Rongkong

"Musywil adalah ajang adu gagasan bagi para kader Muhammadiyah sebagai ortom yang merangkul anak-anak muhammadiyah secara berjenjang. Kita sudah tuntas berorganisasi hanya saja kita tinggal bagaimana diberdayakan dan disalurkan sesuai potensi dan bakatnya masing-masing," lanjutnya.

Ia berpesan, Musywil tidak boleh lagi dikotomi antar ortom karena semua adalah anak kandung Muhammadiyah yang berperan sama sebagai pelanjut, penyempurna perserikatan dan amal usaha Muhammadiyah. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

   

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Jangan Lupa Follow IG @tribuntimurdotcom

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved