Mahasiswa Unhas Teliti 'Aluk Todolo', Kepercayaan Tertua Masyarakat Tana Toraja

Mahasiswa Unhas meneliti mengenai 'Eksistensi Penghayat Kepercayaan Dalam Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Kepercayaan Aluk Todolo Toraja)

Mahasiswa Unhas Teliti 'Aluk Todolo', Kepercayaan Tertua Masyarakat Tana Toraja
Dok Mahasiswa Unhas
Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas Aditya Spadiya Putra dan Fadya Indira Alfatih serta Mahasiswi Sospol Fifi Efrilia Defi di bawah bimbingan Amaliyah sepakat meneliti mengenai 'Eksistensi Penghayat Kepercayaan Dalam Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Kepercayaan Aluk Todolo Toraja). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penelitian.

Tim yang terdiri dari, mahasiswa Fakultas Hukum Aditya Spadiya Putra dan Fadya Indira Alfatih serta mahasiswi Sospol Fifi Efrilia Defi di bawah bimbingan Amaliyah sepakat meneliti mengenai 'Eksistensi Penghayat Kepercayaan Dalam Administrasi Kependudukan (Studi Kasus Kepercayaan Aluk Todolo Toraja).

Berbagai hal dilakukan dalam mengorek informasi mengenai penelitian ini, mulai dari mengumpulkan data penelitian yang bersifat indepth interview serta mengobservasi tentang ajaran Aluk Todolo yang merupakan kepercayaan tertua di Tana Toraja, sejak April hingga Juni 2019.

Baca: 240 Mahasiswa PK Unhas Angkatan 58 KKN di Takalar

Baca: Mahasiswa Unhas Terapkan Sidrabamu untuk Budidaya Cabai, Sistem Drainase Bawah Permukaan

Baca: Lima Mahasiswa Unhas Gunakan Pendekatan Seni Atasi Bencana Banjir

Demikian disampaikan, Aditya Spadiya Putra melalui rilisnya pada Tribun Timur, Kamis (20/6/2019).

Terlebih dahulu ia mengungkapkan alasan memilih Tana Toraja sebagai lokasi penelitian bersama dua rekannya tersebut.

Sebelumnya, ia dan timnya menggali informasi mengenai Tana Toraja memiliki Patung Yesus tertinggi di dunia yang menandakan masyarakatnya mayoritas beragama Kristen.

Di balik, mereka menemukan fakta tersembunyi terkait agama masyarakat Tana Toraja pada zaman nenek moyang, Aluk Todolo.

"Aluk Todolo ini agama yang berasal dari nenek moyang, dimana keberadaannya telah ada sebelum masuknya pengaruh paham lain di Kabupaten Tana Toraja. Dulu penganut Aluk Todolo adalah mayoritas, akan tetapi saat ini mereka menjadi kaum minoritas," kata Aditya.

Sementara Fadya Indira mengatakan, informasi terkait Aluk Todolo ini diperoleh dari pemangku Adat Aluk Todolo yang akrab disapa Ne’Sando atau nama asli di KTP Tato’Dena.

"Saat kami bersama tim melakukan wawancara, Ne’Sando mengagakan, Agama Hindu yang ada di Bali dengan Hindu Alukta atau Aluk Todolo tidaklah sama, pada dasarnya kita memang berbeda, mulai dari tempat beribadah, cara beribadah, sesajen untuk pemujaan dan masih banyak lagi," kata Fadya.

Halaman
12
Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved