Dukcapil Lutim Luncurkan Program Reliji Tuntas Anak Indonesia, Ini Manfaatnya

Program ini karya Kepala Seksi Pendataan Penduduk Disdukcapil Luwu Timur, Ahmad Alauddin.

Dukcapil Lutim Luncurkan Program Reliji Tuntas Anak Indonesia, Ini Manfaatnya
Ivan Ismar/tribun Timur
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Luwu Timur meluncurkan program Perekaman Langsung Jadi Kartu Identitas Anak (KIA) Indonesia atau Reliji Tuntas Anak Indonesia. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Luwu Timur, meluncurkan program Perekaman Langsung Jadi Kartu Identitas Anak (KIA) Indonesia, atau reliji tuntas anak Indonesia.

Program ini karya Kepala Seksi Pendataan Penduduk Disdukcapil Luwu Timur, Ahmad Alauddin.

Baca: Lion Air Tawarkan Promo ke 23 Rute Domestik Mulai Rp 216 Ribu, Jakarta-Makassar Rp 911 Ribu

Baca: Film Anak Muda Palsu Tayang Sehari Sebelum Spiderman, Ini Kata Produser

Program sudah diujicobakan ditiga kecamatan pada 17 Juni 2019 yaitu, Kecamatan Towuti, Kecamatan Nuha, dan Kecamatan Wasuponda.

"Program ini untuk memudahkan masyarakat atau orang tua, dalam penerbitan KIA buat anak-anak mereka," kata Ahmad kepada TribunLutim.com, Kamis (20/6/2019).

KIA kata Ahmad, merupakan salah satu persyaratan, untuk pendaftaran peserta didik/sekolah tahun ajaran 2019/2020.

"Reliji Tuntas Anak Indonesia, diharapakan dapat mengurangi membludaknya pengurusan KIA di Kantor Disdukcapil. Serta meningkatkan antusiasme orang tua dalam pengurusan KIA,"

"Utamanya memutus mata rantai pihak-pihak (calo), yang mengambil keuntungan dalam pengurusan KIA," imbuh Ahmad.

Sasaran program untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KIA di Kabupaten Luwu Timur, yang masih sangat rendah di angka 5 persen sejak KIA diperkenalkan tahun 2017.

Dalam ujicoba di tiga kecamatan, Disdukcapil Luwu Timur menerbitkan 498 keping KIA. Rinciannya Kecamatan Towuti 235 keping, Kecamatan Wasuponda 114 keping, dan Kecamatan Nuha 149 keping.

Alat cetak yang digunakan masih memakai alat perekaman dan pencetakan e-KTP. Sebab belum ada alat perekaman dan pencetakan khusus KIA.

"Kami harap tahun 2020 alat rekam dan alat cetak KIA dapat dianggarkan agar tidak mengganggu alat pencetak KTP-el," harap Ahmad.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved