BI Tahan Suku Bunga, Bankir: Harapannya Bisa Turun

Niatnya agar bunga kredit perseroan juga bisa ditekan, sehingga pertumbuhan riil juga terakselerasi maksimum.

BI Tahan Suku Bunga, Bankir: Harapannya Bisa Turun
shutterstock
Suku Bunga Bank

TRIBUN-TIMUR.COM - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga BI - 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%. Sementara, suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing berada pada level 5,25% dan 6,75%.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja menilai keputusan bank sentral tepat. Ada beberapa hal yang diinlai Jahja mesti diperhitungkan bank sentral untuk mempertahankan bunga acuan saat ini.

“Dari segi politik, kita masih menunggu sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang menimbulkan sedikit ketidakpastian. Belum lagi likuiditas masih cenderung ketat, LDR industri saat ini posisinya 94%, itu tinggi,” kata Jahja di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Meski demikian, peluang penurunan bunga terbuka lebar. Apalagi, Federal Reserve diharapkan bisa menurunkan bunga acuannya sampai 25 bps hingga September mendatang.

Baca: Ayo Ikutan, Funwalk Almadera Berhadiah Umrah

Baca: OJK: Jika Tidak Terakomodir KUR, Bisa di Kredit Mikro

Baca: LinkAja Boleh Jalankan Bisnis Pinjaman Online, OJK Beri Syarat

“Kalau menurut saya (suku bunga) bulan ini tahan dulu. Bulan depan bisa diturunkan,” lanjutnya.

Dikatakan, perseroan tak akan terburu-buru ikut menurunkan suku bunga kredit maupun suku bunga dananya. Pasalnya saat ini likuiditas bank swasta terbesar ini pun masih lumayan longgar.

“Loan to Deposit Ratio (LDR) kami saat ini 81,6%. Pertimbangan kami menurunkan suku bunga sebenarnya lebih ke arah profitabilitas. Kalau menurut kami sudah cukup tak perlu terlalu cepat turunnya. Kasihan bank lain nanti, takutnya mereka terpaksa menurunkan juga,” tuturnya.

Sementara Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Suprajarto berharap agar BI lebih cepat menurunkan bunga acuan.

Baca: Resmikan Layanan Platinum Tegangan Rendah, PLN Jamin Pegadaian Palopo Tak Padam

Baca: Hingga Mei 2019, Realisasi RKAP Pegadaian Makassar Capai Rp 5,17 Triliun

Baca: BNI Apresiasi Toko Satu Sama, Salah Satu Merchant Bertransaksi Tertinggi di Makassar

Niatnya agar bunga kredit perseroan juga bisa ditekan, sehingga pertumbuhan riil juga terakselerasi maksimum.

“Harapan kami (bunga acuan) memang bisa turun, sehingga bunga kredit juga bisa turun jadi bisa langsung membantu pertumbuhan sektor riil lebih cepat. Semoga bulan depan bisa turun,” katanya.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved