Citizen Reporter

Pimpinan dan Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Rapat Kenaikan Kelas Siswa

Pimpinan dan guru SMA Islam Athirah Bukit baruga sedang menggelar rapat kenaikan kelas siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga di Laboratorium Fisika,

Pimpinan dan Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Rapat Kenaikan Kelas Siswa
Dok Ilmaddin Husain SPd
Pimpinan dan guru SMA Islam Athirah Bukit baruga sedang menggelar rapat kenaikan kelas siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga di Laboratorium Fisika, SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (19/6/2019). 

Citizen Report Ilmaddin Husain SPd Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Melaporkan dari Makassar

MAKASSAR - Pimpinan dan guru SMA Islam Athirah Bukit baruga sedang menggelar rapat kenaikan kelas siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga di Laboratorium Fisika, SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (19/6/2019).

Syarat kelulusan di SMA Athirah Bukit Baruga antara lain, jika maksimal 3 nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), kehadiran lebih dari 80 persen, dan nilai sikap minimal B.

Para wali kelas, di forum ini, satu per satu mempresentasikan nilai kognitif, nilai sikap, dan kehadiran siswa.

Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga HM Ridwan Karim SPd MPd mengutarakan, guru adalah subjek proses pendidikan, sedangkan siswa adakah objek. "Setiap siswa itu unik, berbeda potensinya. Ada yang tinggi kemampuannya, ada yang sedang, dan ada yang kurang. Bahkan, ada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)," paparnya.

Ia melanjutkan, kadang guru menganggap kemampuan anak cenderung sama. Padahal, tidak sama. Di banyak negara, guru mempelakukan siswa berdasarkan potensi yang dimiliki. Ada yang punya bakat di bidang olahraga, seni, dan sains.

Menurutnya, setiap guru perlu menyiapkan pelajaran dengan baik, mengevaluasi, dan memberikan remedial. "Nilai tidak boleh dikaitkan dengan perasaan, tetapi sesuai hasil usaha siswa," ujarnya.

Guru yang profesional melihat potensi anak sekecil apapun. "Hanya siswa yang miliki sikap belajar yang baik dan yang memiliki usaha maksimal untuk bisa mencapai batas minimal KKM yang punya peluang berhasil," katanya.

Sebaliknya, siswa yang tidak aktif Proses Pelajar Mengajar (PBM) dan tidak memiliki sikap belajar yang baik, memiliki potensi gagal.

Adapun Wakasek Kurikukum SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MPd menyampaikan, kenaikan kelas bagi siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mempertimbangkan kehadiran.

Selain itu, nilai kognitif dan sikap.

Di tambah lagi, ekstrakurikuler, terutama yang wajib. Pihaknya, di kesempatan itu membacakan berita acara kenaikan kelas.

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved