OPINI

OPINI - Janganko Kasih Nyala Blish-nya “Antara Teori Lama dan Praktik Baru”

Karena rasa ingin tahu yang super, maka wajar jika setiap orang bertanya tanya dan pada akhirnya mereka pun kembali menelusuri akan Video aslinya.

OPINI - Janganko Kasih Nyala Blish-nya “Antara Teori Lama dan Praktik Baru”
tribun timur
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Sah-sah saja jika kita menyalahkan orangtua mereka yang mungkin terlalu sibuk mengurus kebun atau bisnis mereka hingga lupa bertanya “Mengapa lambat pulang? Mengapa terlalu sibuk dengan ponsel?

Laki-laki siapa yang menjemputmu di sekolah? Mengapa nilaimu menurun?

Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan lagi yang mestinya dipertanyakan pada anak di setiap waktu.

Dan yang menjadi momok baru bagi kalangan masyarakat ialah permintaan sang perempuan yang sempat terekam video dengan kalimat “Janganko kasih nyala blishnya”.

Dari kalimat ini sebetulnya sudah bisa disimpulkan bahwa pasangan yang cintanya sedang berapi api saat itu memang sepakat untuk mengabadikan moment keromantisan mereka.

Mungkin ada benarnya tentang pendapat yang mengatakan “Setiap moment harus diabadikan”, lah kalau moment seperti ini?

Dilakukan oleh pasangan halal saja masih dianggap keterlaluan, terlebih jika dilakukan oleh pasangan yang masih berstatus pacaran bahkan cintanya pun masih dibawah bimbingan cinta monyet, wadduh parah!

And now? Ketika video tersebut tersebar luas, maka tak perlu tertawa dengan viralnya video video yang diduplikat dari video “janganko kasih nyala blish-nya” tampak menjadi bahan praktek baru sebagai bahan lucu lucu-an yang banyak didaur ulang oleh mereka yang tidak punya kerjaan, dengan menampilkan video yang berdurasi beberapa detik, seolah menjadi pancingan bagi mereka yang belum tahu video sebenarnya untuk menelusuri “Apa maksud dari video janganko kasih nyalakan blishnya?”.

Baca: Longsor, Jembatan di Dusun Paleleng Pinrang Ambruk

Baca: IAIN Palu Pembinaan Karakter untuk Mahasiswa Baru

Karena rasa ingin tahu yang super, maka wajar jika setiap orang bertanya tanya dan pada akhirnya mereka pun kembali menelusuri akan Video aslinya.

Tapi sayang, untuk kalian yang masih penasaran akan video aslinya, tak perlu cari di google atau di youtube, karena kalian tidak bakalan ketemu.

Terkecuali, jika sebelum pencabutan video dari media telah tersave dibeberapa memori seseorang, maka anda bisa memintanya disana bahkan membelinya dengan harga yang lumayan ....?

Namun sebelum meminta atau membeli, sebagai penulis hanya ingin bertanya, untuk apa anda ingin melihatnya?

Lah, jika hanya untuk mendapatkan sensasi seks anda bisa mendownload video yang lebih hot dibanding itu yang memang tujuannya untuk dipertontonkan oleh banyak orang ketimbang harus menyaksikan aksi anak sekolahan yang masih dibawah umur dan tidak layak untuk disave dan dishare!(*)

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Rabu (19/06/2019)

Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved