Ngaku Ditipu Oknum Pegawai Samsat, Warga Palopo ini Melapor ke Polisi

Rizal, seorang warga asal Palopo melaporkan kasus dugaan penipuan pengurusan balik nama kendaraan ke Polrestabes Makassar.

Ngaku Ditipu Oknum Pegawai Samsat, Warga Palopo ini Melapor ke Polisi
hasan/tribuntimur.com
Rizal, seorang warga asal Palopo mengaku jadi korban dugaan penipuan pengurusan balik nama kendaraan di Samsat Makassar 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Rizal, seorang warga asal Palopo melaporkan kasus dugaan penipuan pengurusan balik nama kendaraan ke Polrestabes Makassar.

Pria berusia 25 tahun ini mengaku  menjadi korban penipuan seorang  PHL (Pekerja Harian Lepas) di Samsat Makassar.

Rizal menceritakan aksi penipuan ini  bermula saat dirinya mendatangi Kantor Samsat Makassar untuk memperjelas kepengurusan kendaraan mobilnya yang hampir setahun tidak selesai.

Ia bercerita, bahwa saudaranya ini telah membeli mobil bekas merk Xenia di Jakarta. Olehnya itu, dirinya pun ingin melakukan balik nama sesuai prosedur di Samsat Makassar.

Siapa Dedi Mulya? Pria yang Dicium Ayu Ting Ting di Belanda dan Selalu Temani Ayu Saat Liburan

Sekprov Ajak OJK Hadirkan Program Inklusi Keuangan Masyarakat



"Ada sahabat saya yang memperkenalkan namanya Susi selaku PHL (pekerja harian lepas) Dispenda Sulsel yang bekerja di Samsat Makassar," ujar Rizal, Rabu (20/6/2019).

Atas rekomendasi sahabatnya inilah, Rizal mempercayakan Susi untuk kepengurusan balik nama kendaraan roda empat itu.

"Saya sudah membayar biaya ke Susi, pertama Rp 5,4 Juta. Kemudian pembayaran kedua Rp 900 ribu, ketiga Rp 1,5 Juta," bebernya.

Terakhir, Rizal menyerahkan pembayarannya ke Susi sebesar Rp 800 ribu. "Saya sudah urus sejak tahun 2018, sudah setahun tapi tidak selesai," cetusnya.

Setelah Rizal mendatangi kantor Samsat Makassar, dibagian Mutasi bernama Bripka Yuser membenarkan ada PHL bernama Susi.

VIDEO: Diduga Pungli, PMII Demo Samsat Bulukumba

 Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo Mengaku Ketakuta Saat Mengalami Kecelakaan di Barcelona


"Dana yang kita terima dari Susi hanya sebesar Rp 1,5 Juta. Sementar masih ada pajak yang belum diselesaikan sebesar Rp 800 ribu," jelas Yuser.

Rizal yang mendengar informasi itu pun lantas kaget. Dirinya pun merasa tertipu dan ingin melaporkannya di Polrestabes Makassar.

"Saya merasa tertipu sehingga saya laporkan di Polrestabes. Hanya saja laporanku tidak diterima, karena pihak Polrestabes menganggap tidak ada klarifikasi dari pihak pertama yang diduga penipuan atas nama Susi," ujarnya. (*)
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved