LinkAja Boleh Jalankan Bisnis Pinjaman Online, OJK Beri Syarat

Finarya harus mengajukan izin menjadi penyelenggara pinjaman online dengan menggunakan perusahaan yang berbeda.

LinkAja Boleh Jalankan Bisnis Pinjaman Online, OJK Beri Syarat
handover
Layanan keuangan elektronik milik Telkomsel yaitu TCash berubah menjadi LinkAja terhitung Jumat (22/2/2019). Dengan perubahan ini, aplikasi TCash akan otomatis terkonversi menjadi LinkAja. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Otoritas Jasa Keuangan ((OJK) membuka peluang bagi PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola platform pembayaran digital LinkAja untuk menjalankan bisnis pinjaman online.

Namun syaratnya, Finarya harus mengajukan izin menjadi penyelenggara pinjaman online dengan menggunakan perusahaan yang berbeda.

Maklum, dalam POJK 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi, penyelenggara layanan pinjaman online dilarang melakukan kegiatan usaha di luar kegiatan yang sudah ditetapkan.

Baca: Transaksi di SPBU Lewat LinkAja, Sudah Berlaku di Makassar?

Baca: Lagi, 7 Fintech Lending Kantongi Izin OJK, Kini Sudah Capai 113 Perusahaan. Berikut Daftarnya

Baca: TRIBUNWIKI: Jadi Trending Topic Twitter Usai Comeback, Ini Awal Terbentunya Band KPop Stray Kids

"Sebetulnya masing-masing POJK punya karakteristik sendiri, basic regulasi fintech adalah activity based regulation. Artinya adalah peraturan yang dibuat hanya untuk satu aktivitas saja," kata Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Triyono di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Finarya saat ini memang sudah mengantungi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik. Izin diberikan bank sentral pada 22 Februari 2019.

Nah hal ini yang menghambat Finarya untuk mengajukan izin ke OJK sebagai penyelenggara pinjaman online.

Baca: Hingga Mei 2019, Realisasi RKAP Pegadaian Makassar Capai Rp 5,17 Triliun

Baca: Sekprov Ajak OJK Hadirkan Program Inklusi Keuangan Masyarakat

Meski demikian, Triyono menuturkan sebagai sebuah platform, LinkAja masih bisa menyediakan layanan pinjaman online.

Asalkan diajukan oleh perusahaan berbeda. Dalam hal ini bukan Finarya. Terlebih, jika proyeksi jangka LinkAja menjadi super app yang menyediakan beragam layanan keuangan digital.(anggar)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul "LinkAja Ingin Bisnis Pinjaman Online, OJK: Harus Ada Izin dengan Perusahaan yang Beda".

Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved