Kalah Dari Becamex Pelatih PSM Makassar Sebut Timnya Sering Kehilangan Momen

Pelatih PSM, Darije Kalezic, mengakui kekalahan anak asuhnya tak terlepas dari kurang maksimalnya lini depan.

Kalah Dari Becamex Pelatih PSM Makassar Sebut Timnya Sering Kehilangan Momen
Instagram PSM Makassar @psmmakassar
Skor 1-0 menutup laga semifinal zona Asean antara Becamex Binh Duong versus PSM Makassar di Go Dau Stadium, Rabu (1962019). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pelatih PSM, Darije Kalezic, mengakui kekalahan anak asuhnya tak terlepas dari kurang maksimalnya lini depan. 

Ini terlihat dari 10 kali percobaan, PSM tak sekalipun mampu melepaskan tembakan mengarah ke gawang.

Sepanjang 90 menit laga PSM hanya memiliki dua peluang emas yang tercipta di dalam kotak finalti. 

Hanya saja peluang emas yang diperoleh M Rahmat dan Ferdinand Sinaga belum bisa membahayakan gawang Becamex.

Darije pun menyebut timnya terutama di lini depan tak mampu memanfaatkan momen yang ada. 

Kejuaraan Tenis Lapangan IKA UNM Semarakkan Dies Natalis ke-58 

Taufan Pawe Raih Penghargaan STIE Nobel karena Teori Telapak Kaki


"Kita sering kehilangan momen, serangan yang dilakukan tidak menemui target," ucapnya.

Padahal Darije menerangkan tim besutannya bisa mengimbangi permainan saat masih masih bermain dengan 11 tim. 

PSM juga menurutnya bisa mengontrol pertandingan.

"Kami komitmen sejak awal bahwa harus mendominasi laga dan hal itu sudah kita persiapkan jauh hari," tutupnya.

Sebelumnya bermain dengan 10 pemain Becamex Binh Duong berhasil menekuk 1-0 PSM Makassar.
Kemenangan Becamex ini tak terlepas dari buruknya skema serangan anak asuhan Darije Kalezic.

PSM memiliki peluang besar menang di leg pertama Semifinal Zona Asean Piala AFC yang berlangsung di Stadion Go Doun, Vietnam, Rabu (19/6).
Ini lantaran Becamex harus bermain dengan 10 pemain di menit 50'.

Winger Becamex, T Nguyen, diganjar kartu kuning kedua setelah melanggar Rasyid Bakrie dengan keras.
Sebelum bermain dengan 10 orang, Becamex ditahan tanpa gol saat babak pertama.

Pada babak pertama kedua tim bermain cukup hati-hati. Sehingga peluang membahayakan dari PSM maupun Becamex tak tercipta.

Setelah bermain dengan 10 pemain, Becamex mengendorkan serangan bahkan cenderung bertahan. Hanya saja Wiljan Pluim Cs tak memanfaatkan momen tersebut.

Ini terlihat dari statistik laga. Dimana secara penguasaan bola PSM hanya unggul tipis 51 persen sementara Becamex 49 persen.

Lini serang PSM pun sepertinya tak mengalami perkembangan meskipun unggul jumlah pemain. Rapatnya lini pertahanan Becamex membuat PSM tak sekalipun mampu melepaskan tendangan mengarah ke gawan dari 10 kali percobaan.

Padahal tim berjuluk Laskar Pinisi ini telah melakukan pergantian pemain dengan memasukan dua striker sekaligus yakni Ferdinand Sinaga dan Eero Markkanen.
Ferdinand memiliki satu peluang dalam kotak finalti tetapi sepakan setengah volinya masih melambung tinggi.

Memanfaatkan kondisi frustasi skuad PSM, Becamex mampu menciptakan dua peluang emas. Dimana satu diantaranya berbuah gol pada menit 80'.

Berawal dari serangan balik, pemain lini tengah Becamex melepaskan umpang Crossing ke arah tiang jauh gawang Rivky Mokodompit.
Pemain pengganti Becamex, Nguyen Tien Linh sukses menyambut umpang tersebut dengan headingnya yang tak mampu ditepis Rivky.

Setelah tertinggal makin terpuruk. Sisa waktu 10 menit tak mampu dimanfaatkan untuk memburu ketertinggalan.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:


 

Penulis: Alfian
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved