IAIN Palu Pembinaan Karakter untuk Mahasiswa Baru

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu memulai pendidikan karakter bagi mahasiswa baru, Rabu (19/6/2019).

IAIN Palu Pembinaan Karakter untuk Mahasiswa Baru
Muhakir Tamrin/tribunpalu.com
Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi (tengah), menghadiri dan membuka secara resmi pembinaan mahasiswa baru IAIN Palu, di Mahad Aljamiah, Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Rabu (19/6/2019). 
TRIBUNPALU.COM, PALU -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu memulai pendidikan karakter bagi mahasiswa baru, Rabu (19/6/2019). 

Sebanyak 65 mahasiswa yang telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), mulai mengikuti pembinaan di UPT Mahad Aljamiah. 

Unit Pelaksana Teknis Mahad Aljamiah, merupakan pesantrennya PTKIN IAIN Palu di Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi, Palu Barat. 

Nantinya, program pembinaan itu akan terus dilakukan secara bergelombang, sampai semua mahasiswa baru IAIN Palu mendapatkan pembinaan.

Tahun ajaran 2019/2020 ini, IAIN Palu menargetkan bisa menerima mahasiswa baru sebanyak 2.000 lebih. 

TRIBUNWIKI: Gagal di Pilkada Wajo 2009, Ridwan Angka Rebut Kursi di DPRD

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Lexy Malah Bersyukur


Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi, turut hadir dan membuka secara resmi kegiatan pembinaan itu.

Dalam pemaparannya, Rektor Sagaf sapaanya, mengatakan, pembinaan yang mereka lakukan itu, untuk menunjang upaya pencerdasan mahasiswa, sekaligus mencegah mahasiswanya terpapar faham radikal.

"Kita menginginkan agar mahasiswa dapat memahami Islam, seperti Islam yang di ajarkan dan di contohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu, Islam Rahmatan Lilalaamin atau Islam Wasathiyah, atau dalam bahasa Indonesia di sebut Islam moderat," ujarnya. 

Keinginan Rektor Prof Sagaf Pettalongi menjadikan mahasiswanya sebagai kaum intelektual muslim yang moderat, dengan konsep Islam Wasathiyah merujuk pada Quran Surah Albaqarah Ayat 143.

Meski tidak ada mahasiswanya yang terpapar faham radikal, faham ekstrimisme, namun kegiatan akademik yang bermuara pada pembentukan wawasan moderasi Islam dan Islam Rahmatan Lilalaamin terus ditonjolkan.

Dalam hal pengkaderan, IAIN Palu menerapkan beberapa tahapan, setelah pembinaan di Mahad Aljamiah, para mahasiswa baru itu akan kembali mendapat pembinaan dengan berbagai program menarik yang menambah wawasan intelektual mahasiswa. 

Semua materi yang diterapkan pada semua tahapan pengkaderan  merujuk pada visi misi IAIN Palu.

Kepala Bagian Akademik IAIN Palu, H Abdul Wahab menjelaskan, sebelum masuk ke tahapan ke dua, yakni matrikulasi, mahasiswa akan mengikuti pembinaan di pesantrennya IAIN Palu kurang lebih satu bulan penuh. 

TRIBUNWIKI: Kembali Terpilih di DPRD Barru, Berikut Profil Andi Wawo Mannojeng

 Hanya Ada di Soppeng, Bisa Lihat dari Dekat Kalong di Siang Hari, Konon Sudah Ratusan Tahun


"Untuk tahap pertama ada 65 mahasiswa, selanjutnya di tahap ke dua akan ada sekitar 50 mahasiswa. Ini tidak hanya untuk mahasiswa jalur pendaftaran SPAN, tetapi mahasiswa jalur pendaftaran UMPTKIN dan Mandiri juga akan di bina di tempat ini," jelasnya. 

Rusunawa IAIN Palu sebagai pesantren, maka metode ala pesantren sepenuhnya di terapkan dalam pembinaan kepada mahasiswa baru dalam rangka pembentukan intelektual muslim.

"Mahasiswa wajib menggunakan sarung dan kopiah dalam mengikuti materi yang berlangsung di mushollah atau di kelas bagi yang laki-laki, wajib menutup aurat bagi semua peserta, dan wajib sholat," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Palu, Dr Abidin. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin) 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Muhakir
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved