Empat Paket Jalan 'Prof Andalan' di 2020, Menteri PUPR Bantu Rp 1 Triliun

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan rupanya sangat serius dengan pembangunan infrastruktur jalan.

Empat Paket Jalan 'Prof Andalan' di 2020, Menteri PUPR Bantu Rp 1 Triliun
saldy/tribuntimur.com
Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir. 
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan rupanya sangat serius dengan pembangunan infrastruktur jalan.

Hal tersebut ditandai dengan kesiapan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menyiapkan lahan untuk dibangun sebuah jalan penghubung untuk lintas kabupaten dan provinsi.

Nurdin Abdullah mengatakan ia optimis jalan ini bisa dinikmati tahun 2021, pasalnya pelaksanaan konstruksi digelar secara massal pada tahun 2020.

Kebakaran di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar

Volvo Bus B11R Double Dekker Resmi Beroperasi di Makassar-Toraja


Tahun 2019 saat ini, Pemprov akan melakukan pembebasan jalan yang masuk dalam empat paket jalan yang masuk dalam misi program 'Prof Andalan'.

Empat paket jalan itu yakni Bone (Lapriaja) - Pangkep (Segeri), Luwu (Bandara Bua)- Toraja (Buntu Kunyi), Sidrap (Tanru Tedong)- Luwu (Larompong), dan  Luwu Utara (Seko - Rampi).

"Jangan ragukan saya dan pak Wagub, Insya Allah kita siapkan lahanny," kata Nurdin, usai menggelar rapat bersama tim Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN)  XIII Makassar di ruang kerja Gubernur, Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
"Kami juga didukung pemerintah setempat. Ini soal komitmen, jadi Insya Allah kita hadirkan akses untuk masyarakat agar perekonomian semakin baik di Sulsel," katanya.

Rapat itu juga dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar, Miftachul Munir, di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (19/6/2019).

Lanjut Nurdin, untuk pembangunan jalan ini, pihaknya berkolaborasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBPJN XIII Makassar.

Dalam kolaborasi itu, Pemprov dan BBPJN telah membagi tugas, dimana Pemprov yang menyediakan lahan, dan BBPJN menyiapkan konstruksi (fisik).

Khusus untuk pembangunan konstruksi, untuk empat paket jalan ini, tahun 2020 mendatang akan digelontorkan anggaran pusat sebesar Rp 1 triliun.

Pemuda Manggarai Ini Meninggal Setelah Dikroyok di Rumah Kontrakan

FOTO: Stok di PMI Menipis, Kodam Hasanuddin Aksi Donor Darah


Menurut data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, NA membeberkan bahwa pembangunan Jalan Luwu dan Toraja akan memakan biaya paling besar dari tiga paket yang ada, yakni Rp 500 miliar.

Sedangkan Seko - Rampi Rp 250 miliar, Bone-Pangkep Rp 100 miliar, dan Sidrap - Luwu Rp 150 miliar.

"Kenapa sampai Toraja besar karena status jalannya itu dua jalur. Jalan di titik tersebut akan hubungkan Bandara Luwu dan Bandara di Toraja," kata Nurdin.

Ia pun berharap pembangunan jalan ini diberikan dukungan oleh semua pihak, agar akses masyarakat dan perekonomian bisa berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala BBPJN Makassar, Miftachul Munir mengatakan bahwa pihaknya telah sepakat dengan Pemprov Sulsel untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Sulsel.

Hal itu kata dia, dilakukan dengan kesiapan melaksanakan pembangunan fisik empat paket jalan yang masuk dalam prioritas jalan Pemprov Sulsel.

Diungkapkan Munir, dariempat paket ini saat ini sebenarnya sudah ada dua paket yang sudah dilaksanakan, namun masih fokus pada pengerasan.

"Jalan Bone- Pangkep sama Seko- Rampi (Luwu Timur itu kan sudah kita mulai. Yang baru itu Toraja - Luwu," katanya.

Ia menjelaskan khusus paket di Luwu Timur, Pemprov Sulsel menamai paket segitiga emas.

Menurutnya ini program prioritas Pemprov Sulsel dibidang infrastruktur jalan Ruas Luwu-Seko, kemudian Seko-Sigi dan Seko-Mamuju.

"Akan menjadi segitiga emas, nanti akan menghubungkan antara Sulawesi Tengah melalui Kabupaten Sigi dan yang kedua ke Sulawesi Barat melalui Mamuju," katanya.

Begitu pula, untuk ruas jalan dari Bua menuju Rantepao. Jalan tersebut direncanakan akan menjadi dua jalur dengan 4 lajur. 

"Ini untuk akses destinasi wisata Toraja dan mendukung pengembangan wilayah regional Luwu," katanya.

Tak hanya itu, rencana setiap jalan akan diadakan pembangunan pedestrian untuk semua ruas jalan.


--- Jalan Sungguminasa Gowa

Balai Jalan Nasional juga akan mengerjakan jalan poros penghubung Kota Makassar - Sungguminasa Gowa dan penghubung antara Takalar dengan Jeneponto. 

Jalan tersebut sepanjang 85.24 kilometer.

Untuk anggaran jalan penghubung tiga daerah tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 852 miliar.

Kepala Satker Jalan Metropolitan Marlin Ramli mengatakan bahwa pelaksanaan pengerjaan ini digelar tahun 2019 ini. 

"Kita berupaya ini dikerjakan semaksimal mungkin sehingga hasilnya bisa dinikmati masyarakat," tambahnya.


Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved