VIDEO: Cabuli Muridnya, Guru di Majene Terancam 15 Tahun Penjara

Wakapolres Majene, Kompol Jamaluddin menjelaskan, pelaku telah ditahan di Mapolres Majene. Pelaku ditangkap Jumat (14/6/2019) lalu. Polisi juga mengam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Seorang guru Sekolah Dasar (SD) berusia 59 tahun di Majene berinisial MN terpaksa harus merasakan dinginnya ruangan di balik jeruji besi Polres Majene.

Guru berinisial MN itu diduga tega mencabuli murid perempuannya yang masih duduk di kelas II. Korbannya berinisial IY dan duduk di kelas II SD. Pelaku yang berdomisili di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana itu kini mendekam di tahanan Polres Majene.

4 Fakta Oknum Jaksa Kabupaten Bone Dituduh Selingkuhi Staf Puskesmas, Warga Geruduk Kantor Kejaksaan

HMJ Fisika UIN Alauddin Pengabdian Masyarakat Dusun Benga, Ini Rangkaian Kegiatannya

Wakapolres Majene, Kompol Jamaluddin menjelaskan, pelaku telah ditahan di Mapolres Majene. Pelaku ditangkap Jumat (14/6/2019) lalu. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksi bejatnya.

Kompol Jamaluddin, kasus pencabulan ini kini tengah ditangani penyidik Polres Majene. Pelaku disangkakan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76 E Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," jelas Kompol Jamaluddin saat konferensi pers di Mapolres Majene, Senin (17/6/2019).

Wakapolres Majene Kompol Jamaluddin didampingi Kasatreskrim AKP Pandu Arief Setiawan saat konferensi pers kasus pencabulan di Mapolres Majene, Senin (17/6/2019)
Wakapolres Majene Kompol Jamaluddin didampingi Kasatreskrim AKP Pandu Arief Setiawan saat konferensi pers kasus pencabulan di Mapolres Majene, Senin (17/6/2019) (Edyatmajawi/Tribun Timur)

Kasus pencabulan ini terungkap setelah keluarga korban melapor ke Mapolres Majene. Kasus ini dilaporkan terjadi pada Maret 2019.

Saat kejadian, MN memanggil korban ke depan kelas untuk mengumpulkan tugas di meja guru. Lalu korban disuruh berdiri di samping kiri pelaku.

Pelaku kemudian melancarkan aksi cabulnya dengan menyentuh alat vital korban.

"Ini dilakukan berulang kali, sehingga perempuan IY mengatakan sakit namun MN hanya menjawab tidakji dan melanjutkan perbuatannya," terangnya.

Kompol Jamaluddin mengatakan bahwa pelaku melakukan aksi cabul itu dilakukan agar korbannya cepat besar. 

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved