Mayjen TNI Purn Kivlan Zein Akui Terima Duit Politisi PPP untuk Acara Monas, Berawal dari Whatsapp

Mayjen TNI Purn Kivlan Zein Akui Terima Duit Politisi PPP untuk Acara Monas, Berawal dari Whatsapp

Mayjen TNI Purn Kivlan Zein Akui Terima Duit Politisi PPP untuk Acara Monas, Berawal dari Whatsapp
kolase tribun-timur.com
Kivlan Zein dan Habil Marati 

Mayjen TNI Purn Kivlan Zein Akui Terima Duit Politisi PPP untuk Acara Monas, Berawal dari Whatsapp

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemberian duit dari Politisi PPP Habil Marati kepada Mayor Jenderal (Purn) TNI Kivlan Zen benar adanya.

Namun peruntukan duit bukan untuk kerusuhan Mei 2019 dan pembelian senjata seperti yang dituduhkan oleh polisi.

Pengakuan Kivlan Zein menerima duit Habil Marati yang kini berstatus tersangka di polisi disampaikan pengacara Kivlan Zein, Muhammad Yuntri.

Baca: Polisi Ungkap Fakta Baru Suami Gadai Istri Rp 250 Juta & Alasan Lasmi Jatuh Cinta ke Mas Hartono

Baca: Gaji ke-13 PNS Cair 1 Juli 2019, Segini Nilainya yang Masuk ke Rekening, Segera Cek

Baca: Liburan di Luar Negeri Bareng Ahok, Ada Apa dengan Perut Puput Nastiti Devi? Coba Perhatikan

Yuntri menyebutkan Kivlan Zein mengaku menerima 4.000 dolar Singapura dan Rp 50 juta dari tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara, Habil Marati (HM).

"Iya, (Bapak Kivlan) terima (uang dari Habil). Yang satu Rp 50 juta, yang satu lagi 4.000 dolar Singapura untuk kegiatan antikomunis atau Supersemar yang (diadakan) di Monas," ujar Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri di Gedung Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Namun, uang tersebut digunakan untuk keperluan unjuk rasa dan tidak ada kaitannya dengan pembelian senjata api.

"(Bapak Kivlan) mengakui (menerima dana dari HM). Tapi tidak sesuai dengan tuduhan. Uang itu hanya untuk demo. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah pembelian senjata, membunuh tidak ada sama sekali," kata Yuntri.

Menurut Yuntri, kliennya dan HM saling mengenal sejak setahun lalu melalui sebuah grup di WhatsApp.

"Mereka kan kenal dari WhatsApp grup. Itu grup untuk diskusi saja tentang masalah kebangsaan. (Tapi mereka dikatakan) dekat juga enggak, jauh juga enggak, tapi kenal baik," ujar Yuntri.

Halaman
123
Editor: Mansur AM
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved