Kasus Tindak Pidana Pemilu TPS Saluleang Kini di Tangan Kejari Mamasa

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengatakan, pihaknya melakukan penyidikan selama 14 hari.

Kasus Tindak Pidana Pemilu TPS Saluleang Kini di Tangan Kejari Mamasa
semuel/tribunmamasa.com
Kejaksaan Negeri Mamasa bersama Sat Reskrim Polres Mamasa saat menyerahkan berkas pelimpahan kasus tindak pidana pemilu 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kepolisian Resort (Polres) Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, melimpahkan kasus tindak pidana pelanggaran pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 ke kejaksaan setempat.

Tindak pidana Pemilu ini melibatkan 18 tersangka yang bertugas di TPS 1 Desa Saluleang, Kecamatan Tabulahan.

18 tersangka itu terdiri dari tujuh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), 10 saksi parpol dan satu orang saksi DPD.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengatakan, pihaknya melakukan penyidikan selama 14 hari.

Kata dia, pelimpahan kasus ini merupakan tahap kedua, dimana sebelumnya pihak penyidik telah melakukan penyerahan berkas perkara tersebut.

Namun disebutkan, setelah diperiksa pihak kejaksaan, masih ada berkas yang belum lengkap.

"Berkasnya dikembalikan karena belum lengkap," kata Dedi Yulianto, Selasa (18/6/2019) siang tadi.

"Puji Tuhan sekarang sudah diterima pihak kejaksaan," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Tende menjelaskan, pihaknya telah menerima tanggung jawab dari penyidik terdakwa tindak pidana pemilu sebanyak 7 orang penyelenggara dan 11 orang saksi.

Ia menegaskan, tersangka didakwa pasal 516, Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tenteng pemilu, junto pasal 55 ayat 101 KUHP.

Dakwaan kedua, pasal 533 undang-undang nomor 7 tahun 2017, tentang pemilu junto pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Untuk penyelenggara pemilu tingkat TPS kata dia, didakwa pasal 533 junto pasal 554 undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu junto pasal 55 ayat 1 KUHP.

Setelah menerima berkas pelimpaham kasus ini, kejaksaan negeri akan melimpahkan ke Pengadilan Negeri Polewali-Mamasa.

"Setelah penandatanganan berita acara oleh tersangka, kita langsung berangkat," jelas Tende saat dikonfirmasi di kantor Kejaksaan Negeri Mamasa siang tadi.

Laporan wartawan @rexta_sammy

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved