Pengacara Jokowi-Maruf: Kubu Prabowo-Sandi Telah Menggali 'Kuburannya' Sendiri, Kok Bisa?

Pengacara Jokowi-Maruf: Kubu Prabowo-Sandi Telah Menggali 'Kuburannya' Sendiri, Kok Bisa?

Pengacara Jokowi-Maruf: Kubu Prabowo-Sandi Telah Menggali 'Kuburannya' Sendiri, Kok Bisa?
Youtube Kompas TV
live streaming sidang sengketa pilpres 2019 

Pengacara Jokowi-Maruf: Kubu Prabowo-Sandi Telah Menggali 'Kuburannya' Sendiri, Kok Bisa?

TRIBUN-TIMUR.COM - Permohonan gugatan sengketa hasil pilpres yang diajukan oleh paslon nomor urut 02 Prabowo - Sandi dinilai menyimpang dari peraturan perundang-undangan dan Peraturan Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut disampaikan pengacara paslon nomor urut 02 Jokowi-Maruf, I Wayan Sudirta dan juga disampaikan para pengamat yang tidak satupun menyebut gugatan Prabowo-Sandi layak dan lazim.

"Inilah permohonan yang selama saya tahu, permohonan ini, selain tidak lazim, aneh, saya harus berani mengatakan, permohonan yang paling menyimpang dari aturan dan peraturan MK. Paling menyimpang," kata Wayan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Baca: Dadang Sunendar Sebut Ruang Publik Kota Makassar Minim Bahasa Indonesia

Baca: Video Benarkah Sandiaga Uno Akan Meninggalkan Prabowo Subianto Setelah Tahapan Pilpres 2019 Selesai?

Baca: Begini Cara Polres Maros Meriahkan HUT ke-73 Bhayangkara

Wayan mengatakan, gugatan yang diajukan Prabowo-Sandi ke MK tidak memenuhi persyaratan formil maupun materiil.

Secara formil, gugatan yang dimohonkan tidak memuat penjelasan mengenai perselisihan suara atau penghitungan suara.

Padahal, dalam peraturan MK, pemohon harus memuat soal perselisihan suara lantaran gugatan yang diajukan terkait perselisihan hasil pilpres.

Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Baca: Ini Cara Menonton Pertandingan Copa America 2019 Brazil, Murah & Tidak Ribet

Baca: Pertamina Serahkan 2.500 Makanan Siap Saji ke Korban Banjir Konawe

Baca: Dituntut 6 Bulan Penjara, Vanessa Angel Tertunduk Lesu di Ruang Sidang, Kuasa Hukum Akan Gugat MK

Adapun secara materiil, Wayan menilai, pemohon berusaha untuk menambahkan lampiran yang bagi tim hukum Jokowi-Ma'ruf adalah permohonan baru.

"Ketika ditampilkan lampiran, berusaha untuk membelok keadaan karena sudah tidak mampu mempertahankan permohonan tanggal 24 (Mei) dengan menambahkan lampiran yang menurut kami permohonan baru," ujar dia.

Wayan menyebut, kubu Prabowo-Sandi telah mencari "kuburannya" sendiri dengan membuat berkas gugatan permohonan sebanyak 146 halaman dan 15 petitum.

Halaman
12
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved