M Roem Minta Jangan Remehkan Hak Angket

Roem mengatakan, hak angket adalah hak "pamungkas" dari DPRD Sulsel karena bersifat menyelidiki.

M Roem Minta Jangan Remehkan Hak Angket
Dok Lily Amelia Salurapa
Dua Calon Senator DPD RI Sulsel, Lily Amelia Salurapa dan M Roem Muin salam komando bersama pada acara silaturahmi bersama Surya Paloh dan Tokoh Masyarakat se Sulsel di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Jl AP Pettarani No 3 Kota Makassar, Jumat (29/3/2019) malam 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, M Roem sudah menyampaikan kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk tidak meremehkan hak angket dari anggota DPRD Sulsel.

Bahkan, ia sudah menyampaikan kepada gubernur Sulawesi Selatan selama tiga kali.

Terdakwa Pembunuhan di Jennae Pangkep Divonis 15 Tahun Penjara

Terbaru Aksi 22 Mei: Kivlan Zen Akui Terima Uang dari Habil Marati, Benarkah untuk Bunuh Wiranto?

"Saya sudah sampaikan supaya tak anggap remeh masalah hak angket karena baru kali ini terjadi di Sulsel," kata politisi senior Partai Golkar ini, Senin (17/6/2019).

Roem mengatakan, hak angket adalah hak "pamungkas" dari DPRD Sulsel karena bersifat menyelidiki.

"Saya sudah meminta kepada Sekwan (M Jabir) untuk melaporkan kepada Pak Sekda (Hayat Gani) tentang jadwal paripurna," katanya.

Ia menjelaskan, rapat paripurna hak angket harus dihadiri sedikitnya 3/4 anggota DPRD Sulsel atau sekitar 63 orang dari 84.

Ketua DPRD Sulsel, Moh. Roem melantik Tujuh legislator Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dalam rapat paripurna istimewa di ruang rapat paripurna DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (26/9/2018).Ketujuh legislator PAW yang dilantik tersebut masing-masing Mapparessa Tutu, M. Afifuddin Fattah, Abdul Djabbar Hijaz, Marthen Pantetondok, dan Andi Ermawati Nadjamuddin dari Partai Golkar. Serta Amran Aminullah dan Mansur Masang dari PPP. t
Ketua DPRD Sulsel, Moh. Roem melantik Tujuh legislator Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dalam rapat paripurna istimewa di ruang rapat paripurna DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (26/9/2018).Ketujuh legislator PAW yang dilantik tersebut masing-masing Mapparessa Tutu, M. Afifuddin Fattah, Abdul Djabbar Hijaz, Marthen Pantetondok, dan Andi Ermawati Nadjamuddin dari Partai Golkar. Serta Amran Aminullah dan Mansur Masang dari PPP. t (abdiwan/tribuntimur.com)

Dalam pengambilan keputusan, sebanyak 2/3 dari anggota DPRD Sulsel yang hadir harus menyetujui penggunaan hak angket supaya bisa jalan.

"Kalau 2/3 anggota DPRD Sulsel setuju maka ada pansus untuk hak angket," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 34 pengusul sudah mengajukan dokumen hak angket ke pimpinan.

Dalam dokumen ini, alasan utama hak angket adalah dualisme kepemimpinan di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved