Dadang Sunendar Sebut Ruang Publik Kota Makassar Minim Bahasa Indonesia

Dadang mengaku menyaksikan dominasi penggunaan bahasa asing pada sejumlah titik ketika berangkat dari bandara ke kantor Badan Bahasa Sulsel.

Dadang Sunendar Sebut Ruang Publik Kota Makassar Minim Bahasa Indonesia
abdiwan/tribun-timur.com
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Dadang Sunendar menjadi pembicara dalam Sosialisasi Pengutamaan Bahasa Negara di Media Massa. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar menyayangkan minimnya penggunaan bahasa Indonesia di sejumlah ruang publik Kota Makassar.

Dadang mengaku menyaksikan dominasi penggunaan bahasa asing pada sejumlah titik ketika berangkat dari bandara ke kantor Badan Bahasa Sulsel.

"Saya melihat banyak iklan-iklan yang berbahasa Inggris. Dari bandara sampai kota iklan semua bahasa Inggris," kata Dadang di Aula Badan Bahasa Sulsel, Senin (17/6/2019).

Guru besar ilmu linguistik ini mengingatkan fungsi bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Kehadirannya menjadi jati diri dan simbol bangsa.

 Begini Cara Polres Maros Meriahkan HUT ke-73 Bhayangkara

M Roem Minta Jangan Remehkan Hak Angket


"Bukan tidak boleh bahasa asing, tapi ruang publik harus ada bahasa Indonesia."

"Jangan sampai hilang bahasa Indonesia, seakan kita tidak punya jati diri," sambung Dadang di hadapan peserta Sosialiasi Pengutamaan Bahasa Negara di Media Massa.

Ia pun meminta Badan Bahasa Sulsel untuk menyurati Instansi terkait apabila ditemukan ruang publik yang minim akan bahasa Indonesia.

Dadang menegaskan, bahasa Indonesia merupakan salah satu harta paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, Indonesia bisa saja tidak lahir bila tidak ada bahasa Indonesia.

"Bila bahasa Indonesia punah, Indonesia juga bisa punah. Mari menjaga muruah bangsa kita. Jangan sampai kita hilang di bangsa sendiri," serunya.

"Jadi kedaulatan bahasa Indonesia di ruang publik harga mati. Sendi-sendi NKRI harus kita jaga. Jangan sampai hancur," tandasnya.
Wajib Hadir pada Empat Ruang Publik
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Dadang Sunendar mengatakan bahasa Indonesia wajib hadir pada empat sektor.
Pertama, kata Dadang, yaitu papan petunjuk. Bahasa negera disebutkan mesti hadir pada papan-papan petunjuk.
Misalnya papan kedatangan ataupun keberangkatan pada sebuah bandara.
"Kalau hanya bahasa Inggris laporkan ke kita, nanti kita surati instansi terkait. Harus ada bahasa Indonesia di titik tersebut," katanya.
Kedua yaitu Residensial, seperti perumahan dan apartemen. 
Menurutnya bila bahasa Indonesia tidak hadir pada perumahan ataupun apartemen, itu menandakan hilangnya negara di ruang publik.
"Jangan bunuh bahasa sendiri di rumah sendiri. Langsung surati Pemerintah daerahnya kalau ditemukan. Ini wajib loh," sambungnya.
Ketiga, pada naskah surat dinas. Bahasa Indonesia juga wajib hadir.
"Keempat pada bangunan komersial. Seperti hotel dan ruang pertemuan," tandas Dadang. (*)
 
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved