VIDEO: Penerimaan Tamu, Rangkaian Tradisi Mangallun di Sumarorong Kabupaten Mamasa

Mangallun dilakukan sebagai bagian dari rasa hormat, dan terima kasih terhadap orang tua, atau leluhur yang sudah meninggal.

TRIBUNMAMASA.COM, SUMARORONG - Mangallun salah satu tradisi leluhur nenek moyang Masyarakat Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Mangallun, sudah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Mamasa.

Bagaimana Jika Tidak Lulus SBMPTN 2019? Masih Ada Cara Lain Agar Bisa Kuliah di PTN, Simak Disini

Polisi Jeneponto Tembak Kaki Rahman Pencuri 34 Ekor Ternak Kuda

Mangallun dilakukan sebagai bagian dari rasa hormat, dan terima kasih terhadap orang tua, atau leluhur yang sudah meninggal.

Dalam perspektif kebiasaan, orang yang meninggal diperlakukan tidak ubahnya, dengan orang yang belum meninggal.

Sebelumnya, orang rang yang diallun, pada saat meninggal 'Dipato'dang' atau didudukkan selama 12 jam, sebelum kemudian di baringkan dan disemayamkan di atas rumah adatnya.

Setelah 12 jam, jenazah lalu dibaringkan, atau dengan bahasa Sumarorong yaitu Dibambangan.

Dibambangan ini ditandai dengan pemotongan seekor kerbau.

Setelah dibaringkan, jenazah dimasukkan ke dalam peti mati yang terbuat dari batang kayu berbentuk rumah adat Mamasa.

Jenazah yang dimasukkan ke dalam peti, disimpan selama kutesang lebih setahun, atau hingga ada kesepakatan untuk dilakukan upacara penguburan.

Proses inilah yang kemudian disebut dengan upacara mangallun.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved