Penemu Alat Pengusir Hama Burung Uji Coba di Desa Tonasa Takalar

Dalam percobaan ini, disaksikan oleh puluhan warga Desa Tonasa. Mereka antusias dengan alat pengusir hama burung yang pertamakali dicoba di daerahnya.

Penemu Alat Pengusir Hama Burung Uji Coba di Desa Tonasa Takalar
Darullah/Tribun Timur.com
Dayat bersama timnya menguji coba temuannya di Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, (16/6/2019) sore. 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR - Tim penemu dan perakit Automatic Bird Reaplean atau alat pengusir hama burung berbasis otamatis melakukan percobaan temuannya di Dusun Tonasa, Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, (16/6/2019) sore.

Percobaan dilakukan selama dua hari ini, mulai sejak pagi tadi hingga besok sore, untuk mendapatkan kepastian hasil.

Lengkap Klasemen MotoGP 2019, Marc Marquez Kokoh di Puncak, Valentino Rossi di Posisi Lima

Siswa SMA Barana Toraja Utara Turun Tangan Bantu PUPR Timbun Jalan Berlubang

Dalam percobaan ini, disaksikan oleh puluhan warga Desa Tonasa. Mereka antusias dengan alat pengusir hama burung yang pertamakali dicoba di daerahnya.

"Hasilnya memang bagus, sangat membantu petani padi dalam melakukan pengusiran burung pipit, cuman masih perlu ditambah kekuatan semprot alatnya," kata pemilik sawah, Dg Sanre.

"Mulai pagi hingga sore ini, burung-burung pipit tidak masuk lagi di sawah makan buah padi, karna adanya alat tersebut," ujar Dg Sanre.

Dia berharap agar bisa dikembangkan dan bisa dijadikan alat untuk membantu petani padi dalam mengatasi serangan burung-burung Pipit yang kerap merugikan, harap Dg Sanre.

Warga petani di daerah itu biasanya tidak menanam padi di musim kemarau, karna buah padi yang mulai menua dimakan oleh burung pipit.

Dayat bersama timnya menguji coba temuannya di Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, (16/6/2019) sore.
Dayat bersama timnya menguji coba temuannya di Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu, (16/6/2019) sore. (Darullah/Tribun Timur.com)

Salah seorang penemu alat pendeteksi dan pengusir hama burung, Nurhidayat mengatakan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan alat pengusir hama burung. Dan rencananya dalam satu petak lahan hanya menggunakan satu alat saja.

" Kalau untuk langkah awal kami masih gunakan tiga alat pada sawah seluas 20 are," katanya.

Kedepannya mereka upayakan lakukan pengembangan, dan hingga lahan seluas 20 are hanya gunakan satu alat saja,

Halaman
12
Penulis: Darullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved