Koordinator LLDIKTI Puji Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa FTI UMI, Paling Cepat Bekerja

Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Jasruddin memuji

TRIBUN-TIMUR.COM - Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Jasruddin memuji Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI).

Pujian disampaikan Jasruddin karena tim ini selalu bergerak paling cepat dalam memberikan pertolongan kepada para korban setiap terjadi bencana alam, terkhusus di Indonesia.

"Saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Rektor (UMI) dan seluruh jajarannya, karena setiap ada musibah di negeri ini, UMI selalu muncul sebagai perguruan tinggi yang peduli dengan kemanusiaan. Saya mengapresiasi juga FTI, Fakultas Teknologi Industri, FTI ya? Paling cepat, saya baca (melalui media sosial), paling cepat itu. FTI masuk, lalu termasuk Kedokteran, jadi memang luar biasa UMI ini," kata Jasruddin.

Pujian Jasruddin disampaikan di sela pidato pada wisuda mahasiswa UMI, di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sulsel, Ahad (16/6/2019).

Jasruddin juga secara khusus menyebut Dekan FTI UMI, Dr Zakir Sabara H Wata sebagai sosok kunci di balik keberhasilan kerja-kerja kemanusiaan tim ini.

"Mana dekannya ini? Terima kasih," kata Jasruddin bertanya dan Zakir Sabara H Wata pun langsung berdiri.

Menurut Jasruddin, pengajar pada Universitas Negeri Makassar, apa yang telah dilakukan FTI UMI dalam menangani korban bencana merupakan contoh bagaimana manusia itu bermanfaat bagi sesamanya.

"Maka mahasiswa di UMI ini, seperti yang dikatakan tadi oleh pembicara sebelumnya, diupayakan untuk menjadi manusia-manusia yang terbaik. Menurut versi agama kita, yaitu agama Islam dikatakan ‘Khoirunnas anfaauhum linnas’, (manusia) yang terbaik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain," tutur Jasruddin.

Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan FTI UMI mulai aktif bekerja sejak gempa bumi di Lombok, Juli 2018; gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah, September 2018; banjir bandang di Sulawesi Selatan, Januari 2019; dan kini sedang bekerja untuk korban banjir bandang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved