Polres Mamasa Tetapkan 18 Tersangka Pidana Pemilu TPS Saluleang

Tindak pidana pemilu ini terjadi pada proses pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu.

Polres Mamasa Tetapkan 18 Tersangka Pidana Pemilu TPS Saluleang
semuel/tribunmamasa.com
Kepala Sat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mamasa menetapkan 18 orang tersangka kasus tindak pidana Pemilu di TPS 1 Desa Saluleang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Tindak pidana pemilu ini terjadi pada proses pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu.

Penetapan tersangka dilakukan setelah hasil penyidikan mengungkap kuat dugaan tindak pidana dilakukan oleh 18 tersangka, sejak Kamis 13 Juni.

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto, mengatakan, petugas KPPS berserta sejumlah saksi di TPS 1 Saluleang diduga kuat melakukan tindak pidana pemilu.

Menurutnya, berdasarkan alat bukti oleh peyidik, terungkap, tersangka bersepakat membagi-bagikan surat suara sisa di TPS tersebut untuk dicoblos.

“Jumlah surat suara yang sisa di TPS 1 Desa Saluleang sebanyak 18," kata Dedi, via Whatsapp, Jumat (14/6/2019) malam.

Dijelaskan, dari 18 orang tersangka, masing-masing mendapatkan 1 surat suara untuk dicoblo.

Surat suara yang digunakan tersangka lanjut dia, adalah surat suara hak pilih orang lain yang tidak hadir pada saat pemungutan suara berlangsung.

18 orang tersangka ini terdiri dari 7 penyelenggara atau petuga KPPS dan 10 saksi parpol serta 1 orang diantaranya merupakan saksi DPD.

Atas perbuatan melawan hukum, tersangka dijerat pasal berlapis pada Undang-undang pemilu No.7 tahun 2017, yakni Pasal 533 dan pasa 516 dengan ancaman kurungan penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda paling banyak 18 juta rupiah.

Selanjutnya, tersangka dan sejumlah barang bukti akan segera dilimpakan ke Kejaksaan untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Polewali.

"Minggu depan kita sudah limpahkan ke Kejaksaan, paling lambat hari selasa," terangnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolelir siapapun yang mencoba melakukan tindak pidana atau tindakan upaya melawan hukum.

Laporan wartawan @rexta_sammy

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved