Dipanggil Sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi, None Bilang Begini

Satreskrim Polrestabes Makassar telah menjadwalkan pemanggilan, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo.

Dipanggil Sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi, None Bilang Begini
Ari Maryadi/Tribun Timur
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga bersama Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo didampingi Ketua IGI Pusat Ramli Rahim dan Sekretaris PGRI Kabupaten Gowa Imanuddin merilis pengungkapan sindikat pemalsu PTK di Gowa. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satreskrim Polrestabes Makassar telah menjadwalkan pemanggilan, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo.
Jadwal pemanggilan pemeriksaan Irman, Kadisdik Sulsel itu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal latih SMK di Disdik Sulsel, pada Senin, 17 Juni 2019.
Walau tim penyidik Reskrim Polrestabes mengaku, telah mengirim surat panggilan pemeriksaan dan pengambilan keterangan, tapi sepertinya Irman belum menerima itu.
"Iya, saya cek dulu ke staf saya di kantor," ungkap Irman Yasin Limpo saat dikonfirmasi, Sabtu (15/6/2019) sore.
Menurut Kasatreskrim AKBP Indratmoko, surat pemanggilan None sapaan Irman Yasin Limpo, sudah dikirim tim penyidik Satreskrim Polrestabes sejak pekan ini.
"Oh iye, saya jenguk kakak dulu," jawab Irman, menanggapai terkait pernyataan dari Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, setelah dikonfirmasi.
Seperti diketahui, saat ini salah satu kakak kandung Irman, Iksan Yasin Limpo mantan Bupati Gowa dua periode.
Sementara ini menjalani perawatan medis karena sakit.
Menurut AKBP Indratmoko, pemanggilan Irman setelah pihak penyidik Satreskrim melakukan pemanggilan dan pengambilan keterangan terhadap belasan saksi terkait.
"Jadi saksi yang sudah diperiksa dari tim panitia lelang, pejabat pengguna anggaran (PPA), tim teknis, dan itu kuasa pengguna anggaran (KPA) tapi tidak datang," katanya.
Indratmoko menyebutkan, tanggal 17 Juni nanti Irman dimintau keterangan bersama seorang KPA, Ramli sebagai saksi dalam kasus tersebut, sekitar pukul 10.00 Wita.
"Iya, jadi nanti hari Senin pagi sekitar jam 10 itu dua saksi (Irman dan Ramli) akan kita mintai keterangan, tidak tahu kalau si KPA itu tidak datang," jelas Indratmoko.
Dugaan pada kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan delapan kapal latih SMK Kemaritiman oleh Disdik Sulsel, diketahui telah naik ke tahap penyidikan.
Selain itu, polisi masih enggan sebutkan, terkait berapa tersangka yang telah dibidik. Tapi tentu, penyidik juga masih menunggu hasil penghitungan kerugian negaranya.
"Soal berapa tersangka itu nanti saja ya, penyidik kami kan masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari pihak terkait (BPKP Sulsel)," jelas Indratmoko.
Disamping menunggu hasil penghitungan dari BPKP. Tim Polrestabes juga libatkan tim ahli Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKKP).
Seperti diketahui kasus proyek pengadaan delapan kapal latih SMK oleh Dinkes Sulsel ini, bergulir Maret 2019. Dimana, delapan kapal itu pun telah disita sebagai bukti.
Penggunaan anggaran proyek itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) anggaran tahun (At) 2018 sebanyak kurang lebih Rp 32 Milyar dan harus selesai 2018. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
 
 

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

 
 
 
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved