Tiga Pekan Melarikan Diri, Pembunuh IRT di Palopo Ditembak Polisi

Polres Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Ida Royani (40), warga Kelurahan Temalebba

Tiga Pekan Melarikan Diri, Pembunuh  IRT di Palopo Ditembak Polisi
hamdan/tribunpalopo.com
Polres Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Ida Royani (40), warga Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo. 
TRIBUNPALOPO.COM, WARA -  Polres Palopo, Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Ida Royani (40), warga Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Senin (27/05/2019) lalu.
Pelaku yang melarikan diri selama tiga pekan berhasil diringkus di Kabupaten Sidrap, Kamis (14/6/2019).
Dia adalah Isdar (26) Warga Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.
Saat hendak diringkus pelaku mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga dihadiahi timah panas di kedua kakinya.
Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah, dalam keterangan persnya  menyebutkan, tersangka diamankan berdasarkan hasil penyelidikan yang bekerjasama dengan Resmob Polda Sulsel.
15 saksi dari pihak keluarga dan tetangga korban diperiksa. Barang bukti berupa  sandal milik pelaku, gunting, HP, seprey dan bantal korban yang dijadikan petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku.
"Pelaku adalah seorang residivis curanmor. Ia ingin mencuri. Pada saat menjalankan aksinya, pelaku kepergok. Ia pun membunuh pemilik rumah," katanya.
Saat melakukan pencurian itu, pelaku mengambil handphone milik korban.
Karena situasinya gelap, pelaku menyalakan korek api gas yang dia punya. Korban terbangun dari tidurnya kemudian meneriaki pelaku dengan sebutan perampok.
"Dari situ pelaku kalangkabut akhirnya memilih untuk melakukan tindakan kekerasan dengan mencari alat yakni gunting milik korban untuk melakukan penganiayaan hingga tewas," ucapnya.
Saat melakukan pencurian pelaku masuk melalui belakang rumah korban dengan cara memanjat dinding rumah dan masuk disela-sela atap.
Atas perbuatannya, pelaku dikenai pasal 365 ayat 3 KUHP yaitu unsurnya melakukan pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.  
"Kami berterima kasih kepada semua pihak karena kasus ini dapat terungkap," kunci AKBP Ardiyansah.
Sebelumnya,  Ida Royani (43) tewas setelah ditemukan warga terkapar didepan pintu teras rumah.
Saksi mata, Aswar Rusli mengatakan, pada saat itu dirinya mendengar suara teriakan seseorang mengatakan ' tolong rampok'.
Saat keluar rumah, ia melihat korban sudah tergeletak didepan pintu rumah.
"Ada teriakan orang minta tolong ada perampok. Setelah saya cek ternyata korban sudah tergeletak didepan pintu teras rumah," katanya.
Setelah melihat korban, saksi teriak untuk meminta tolong kepada masyarakat lain. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Mujaisah.
Keterangan medis menjelaskan korban mengalami luka pada kepala bagian belakang, luka terbuka pelipis kanan.
Lebam kelopak mata kanan, luka terbuka batang hidung, luka terbuka bahu kanan bagian depan, luka terbuka dada sebelah kiri.
Juga luka terbuka payudara kiri dan punggung kanan belakang. (*)
Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
 
Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved