Selama Hidup, Warga Luwu Timur Diwajibkan Tanam 25 Pohon

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur mewajibkan setiap warganya menanam sebanyak 25 pohon selama hidup.

Selama Hidup, Warga Luwu Timur Diwajibkan Tanam 25 Pohon
ivan/tribunlutim.com
Pemerintah Kabupaten (pemkab) mewajibkan setiap warga Luwu Timur menanam sebanyak 25 pohon selama hidupnya. Itu menyusul pemkab meluncurkan gerakan tanam dan pelihara 25 pohon seumur hidup. Gerakan tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Jumat (14/6/2019). 
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur mewajibkan setiap warganya menanam sebanyak 25 pohon selama hidup.
Itu menyusul pemkab meluncurkan gerakan tanam dan pelihara 25 pohon seumur hidup.
Gerakan tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur.
Gerakan diluncurkan di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilaksanakan Pemkab Luwu Timur di halaman kantor bupati, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Jumat (14/6/2019). 
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler menyerahkan 15.000 bibit pohon ketapang kencana secara simbolik, tanda diluncurkannya gerakan tersebut.
Bibit pohon tersebut nantinya akan ditanam dibeberapa titik untuk penghijauan.
"Upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan memang perlu diimbangi dengan penanaman pohon, khususnya pada daerah aliran sungai dan daerah daerah rawan bencana," kata Husler.
Husler sangat mengapresiasi gerakan ini karena berdampak positif terhadap lingkungan.
Menurutnya, menanam pohon ditempat yang dianggap vital harus dilakukan secepatnya.
Gerakan sekaligus bentuk kampanye pelestarian lingkungan yang mewajibkan masyarakat menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 batang pohon selama hidup.
Rinciannya lima pohon saat memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD), lima pohon saat SMP dan lima pohon saat SMA.
Selain itu, lima pohon saat perguruan tinggi dan memasuki jenjang pernikahan juga diwajibkan menanam lima pohon.
Gerakan tersebut merupakan upaya menjaga kualitas udara, tanah, ekosistem dan iklim yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Diluncurkan pula program Papa Maggot yang merupakan akronim dari Pengendalian Sampah Pakai Maggot.
Adpaun Maggot adalah belatung atau larva dari lalat tentara hitam/Black Sholdier Fly (BSF).
Berbeda dengan lalat biasa, lalat BSF tidak menularkan bakteri atau penyakit dan lebih cenderung menjadi penghisap sari bunga.
Maggot sangat membantu dalam mempercepat proses penguraian sampah-sampah organik seperti sisa makanan.
Hadir Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Sekretaris Daerah Bahri Suli dan sejumlah kepala OPD.
Hadir pula seluruh petugas kebersihan atau pasukan kuning DLH Luwu Timur yang berhasil mengantarkan Kota Malili kembali meraih Piala Adipura.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati tiap tahun pada tanggal 5 Juni, namun baru hari ini diperingati pemkab bertema melawan polusi udara. (*)

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved