Lembaga Kerajaan Gowa Kecam Pencabutan Laporan Perusakan Balla Lompoa

Menurutnya, Andi Kumala yang menjabat sebagai pelaksana tugas bukanlah Sombayya yang memiliki kewenangan penuh atas kerajaan.

Lembaga Kerajaan Gowa Kecam Pencabutan Laporan Perusakan Balla Lompoa
ari maryadi/tribungowa.com
Sejumlah anggota Dewan Adat Kerajaan Gowa menyampaikan ketidaksetujuan atas pencabutan laporan pengrusakan Museum Balla Lompo di Cafe 36, Jl Masjid Raya, Sungguminasa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Langkah Andi Kumala Idjo mencabut laporan kasus pengrusakan dan pembobolan Museum Balla Lompoa mendapat kecaman dari pihak Lembaga Kerajaan Adat Gowa.

Andi Baso Mahmud selaku salah satu struktur perangkat Lembaga Kerajaan mengatakan Andi Kumala Idjo tidak memiliki wewenang untuk mencabut laporan tersebut.

Menurutnya, Andi Kumala yang menjabat sebagai pelaksana tugas bukanlah Sombayya yang memiliki kewenangan penuh atas kerajaan.

Kedua, kata Baso, Andi Kumala tidak masuk dalam struktur perangkat lembaga kerajaan adat.

"Ketiga, bukan dia yang bertanda tangan dalam laporan. Saya yang melaporkan perusakan museum ini didampingi Almarhum Andi Maddusila," katanya kepada Tribungowa.com, Jumat (14/6/2019) malam.

"Jadi beliau hanya plt, bukan Sombayya. Dia juga belum masuk dalam struktur," sambungnya.

Andi Maso Mahmud yang menjabat sebagai KaraengTa Tumailalang melanjutkan, kasus tersebut telah menyeret seorang tersangka yakni AT selaku salah satu pejabat Pemkab Gowa. Untuk itu, kata Baso, langkah pencabutan laporan dinilai tidak tepat.

"Ini kan sudah ada tersangka, apalagi kita sudah memberi kuasa kepada pengacara. Jadi prosedur hukum semestinya tetap dilanjutkan," tegas Andi Baso.

Andi Baso juga menambahkan, pihak lembaga adat kerajaan bukannya tidak menginginkan perdamaian. Akan tetapi, pihaknya menilai pengambilan keputusan yang mengatasnamakan kerajaan semestinya dilakukan secara bersama dan melibatkan semua perangkat.

"Pastinya kita menginginkan kedamaian, tapi keputusannya mesti diambil setelah duduk bersama dengan seluruh perangkat kerajaan," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved