Kapolres Bulukumba Minta Warga Tak Sebarkan Lagi Video 'Janganko Kasi Nyala Blitznya'

Menurut mantan Kapolres Selayar itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Bulukumba, telah melakukan penyelidikan

Kapolres Bulukumba Minta Warga Tak Sebarkan Lagi Video 'Janganko Kasi Nyala Blitznya'
Handrover
Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan, saat menjadi pemimpin upacara pada apel gelar pasukan operasi ketupat jajaran Polres Bulukumba, di Halaman Mapolres Bulukumba, Jl Makam Pahlawan, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Selasa (28/5/2019) pagi. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan, meminta masyarakat untuk menghentikan penyebaran video tak senonoh siswi SMK di Bulukumba.

Pasalnya, pelakon dalam video tersebut masih di bawah umur.

"Cukup di tangan anda sajalah. Jangan disebar-sebar lagi. Kasihan masa depan anak ini," kata AKBP Syamsu Ridwan, Jumat (14/6/2019).

Menurut mantan Kapolres Selayar itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Bulukumba, telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung ke salah satu sekolah kejuruan di Kabupaten Bulukumba, Kamis (13/6/2019) kemarin.

Dan kini pihaknya telah mengumpulkan beberapa fakta.

"Anak ini sudah dikeluarkan dari sekolah, sejak videonya kedapatan gurunya. Yang jelas kedua anak ini sudah tidak berada lagi di Bulukumba," jelasnya.

Berdasarkan info yang diterima Tipidter Polres Bulukumba, video dengan kata-kata pelakunya 'janganko kasi nyalai blitz-nya' itu, sudah diketahui pihak sekolah saat bulan April 2019, atau sebelum Ramadan.

Saat itu, pihak sekolah mengadakan inspeksi mendadak (Sidak), pasalnya banyak siswa yang membawa telepon genggam ke sekolah.

Walhasil, sebanyak 20 ponsel milik siswa berhasil disita dan diserahkan ke guru Bimbingan Konseling (BK) saat itu.

Setelah diperiksa satu persatu, ditemukanlah video berdurasi 29 detik tersebut di ponsel milik AM.

Karena melanggar tata tertib sekolah, kedua siswa dalam video tersebut dikeluarkan, setelah sebelumnya dilakukan pertemuan dengan wali siswa.

AM dan WA dalam video tersebut, merupakan teman sekelas, sama-sama tercatat sebagai siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

"Mereka rusak CCTV yang ada di sekitar kelas itu sebelum melakukan perbuatan tak senonoh," pungkas Syamsu Ridwan. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved