Lion Air Pesan 800 Pesawat, Benarkah Berutang Rp 614 Triliun, Ini Klarifikasi Pihak Manajemen

Lion Air Pesan 800 Pesawat, Benarkah Berutang Rp 614 Triliun, Ini Klarifikasi Pihak Manajemen

Lion Air Pesan 800 Pesawat, Benarkah Berutang Rp 614 Triliun, Ini Klarifikasi Pihak Manajemen
Tribunnews
Lion Air Pesan 800 Pesawat, Benarkah Berutang Rp 614 Triliun, Ini Klarifikasi Pihak Manajemen 

Lion Air Pesan 800 Pesawat, Benarkah Berutang Rp 614 Triliun, Ini Klarifikasi Pihak Manajemen

TRIBUN-TIMUR.COM - Lion Air pada hari ini menyampaikan klarifikasi sehubungan pemberitaan mengenai utang perusahaan mencapai Rp 614 triliun.

Manajemen menegaskan bahwa informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air menyampaikan benar bila Lion Air Group melakukan pemesanan armada lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat di seluruh dunia.

Baca: Mulai 8 Juli 2019, Bank Mandiri KCP MMU Camba Maros Tempati Kantor Baru, Ini Alamatnya

Baca: Belajar Perubahan Perda di Takalar, Pansus DPRD Soppeng Diterima Sekda

ilustrasi Pramugari Lion Air
ilustrasi Pramugari Lion Air ()

"Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (13/6).

Dirinya menyampaikan bahwa pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode, tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana.

Selain itu, pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

Baca: Terjebak Macet Usai Mencopet, Dua Remaja Berhasil Dibekuk di Gowa

Baca: HORE! Pengguna Jasa Ojek Online Kini Tenang, Kemenhub Batal Larang Diskon Tarif Tapi Harus Begini

Baca: Diisukan Bakal Maju di Pilkada, Begini Reaksi Kadis Pendidikan Barru

Disamping pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli.

Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

"Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar," lanjutnya.

Baca: Tabrak Tiang Listrik, Pelajar 14 Tahun di Kelara Jeneponto Meninggal Dunia

Baca: Ini Jadwal Pernikahan Polwan Cantik Bantaeng dengan Uang Panai Rp 300 Juta

Deng Ical - None di Cafe Mama
Deng Ical - None di Cafe Mama (saldy/tribun-timur.com)

Baca: Napi Kompol Kekasih Polwan Brigpol Dewi Divonis 3 Tahun Akibat Foto & Video Panas, Faktanya Gay !

Baca: Belajar Pendidikan Keagamaan, DPRD Banjar Kunjungi Kabupaten Gowa

Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute.

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, saat ini manajemen Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.

Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved