Lahan Pekuburan di Makassar Berkurang, Begini Penjelasan Khadijah Amiruddin

Saat ini, hanya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang di Kecamatan Biringkananya, yang masih dapat digunakan untuk membuat kuburan baru.

Lahan Pekuburan di Makassar Berkurang, Begini Penjelasan Khadijah Amiruddin
abdiwan/tribun-timur.com
Pemakaman Umum Sudiang, di Kecamatan Biringkanaya saat diabadikan beberapa waktu lalu. Luas lahan tersedia untuk pemakaman di TPU Sudiang diperkirakan akan penuh hingga dua tahun ke depan. 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lahan untuk pemakaman di Kota Makassar semakin berkurang.
Saat ini, hanya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang di Kecamatan Biringkananya, yang masih dapat digunakan untuk membuat kuburan baru. Sisanya sudah penuh.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemakaman, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar memprediksi lahan kosong yang tersedia di TPU Sudiang hanya cukup untuk dua tahun ke depan.
Jika dalam dua tahun tak segera mendapat lahan baru, maka TPU Sudiang akan penuh, dan membuat Kota Makassar tak lagi memiliki lahan untuk pekuburan baru. 
Satu-satunya cara yakni memakamkan jenazah dengan cara ditumpuk di kuburan keluarganya, seperti yang saat ini dilakukan di sebagian besar TPU di Kota Makassar.
"Sekarang TPU yang aktif hanya Sudiang, yang lain sudah full jadi ditumpuk sama keluarganya, kalau Sudiang lubang baru. Tapi di Sudiang juga perkiraannya sekitar dua tahunan sudah full," ungkap Kepala UPTD Pemakaman DLH Makassar, St Khadijah Amiruddin, Kamis (13/6/2019).
UPTD Pemakaman DLH Makassar saat ini bertanggung jawab terhadap tujuh lokasi pekuburan di Kota Makassar.
Selain TPU Sudiang, enam pekuburan lainnya yakni Pemakaman Islam Paropo (samping TMP Panaikang), TPU Kristen Panaikang (Depan TMP Panaikang),.
Juga Pemakaman Kristen Pannara, Pekuburan Islam Beroanging, TPU Islam Dadi, dan Pekuburan Islam Maccini. 
Selain TPU Sudiang, Khadijah menyebut enam pekuburan lain telah penuh dan hanya dapat dipakai untuk penguburan ditumpuk dengan kelurga.
Bahkan, Pekuburan Islam Maccini, telah ditutup permanen oleh UPTD Pemakaman.
"Kalau yang di Maccini sudah lama full, dan tidak dibuka lagi termasuk penguburan ditumpuk," tuturnya.
Lanjut Khadijah, setiap hari setidaknya 6-7 jenazah dikuburkan di TPU Sudiang. Belum termasuk yang mengubur jenazah ditumpuk.
"Laporan kami terima biasanya 6-7 jenazah perhari, cuma biasa ada yang langsung ke TPU baru dilaporkan. Biasanya yang menumpuk karena itu kuburan lama. Yang di Sudiang harus lapor ke kami, harus ada izin ke kami," jelasnya.
Mengantisipasi penuhnya lahan liang lahat di Makassar, UPTD Pemakaman kata Khadijah, telah bersurat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar untuk membebaskan lahan di sekitar TPU Sudiang.
"Sekarang kami sudah usulkan pembebasan lahan tambahan di Pertanahan (BPN). Kami menyurat ke pertahanan untuk pembebasan lahan, nanti pertanahan yang urus pembebasan lahannya, mereka yang proses, nanti setelah lahan bebas, UPTD Pemakaman yang pakai lahannya," tutur dia.
Setidaknya, lahan sekitar 1 hektare dekat TPU Sudiang saat ini, diminta untuk dapat digunakan sebagai area pekuburan baru. "Itu belum diproses, tapo kita sudah menyurat," kata Khadijah. (tribun-timur.com)
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan Berita Pilihan  tribun-timur.com di WhatsApp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved