KABAR Baru Bahar Bin Smith, Dituntut 6 Tahun Penjara & Akui Aniaya 2 Remaja Soal Harga Diri Istri

Bahar Bin Smith Dituntut 6 Tahun Penjara Setelah Aniaya 2 Remaja, Akar Masalahnya Soal Harga Diri Istri

KABAR Baru Bahar Bin Smith, Dituntut 6 Tahun Penjara & Akui Aniaya 2 Remaja Soal Harga Diri Istri
angkap layar YouTube Kompas Petang
Bahar Bin Smith saat persidangan 

KABAR Baru Bahar Bin Smith, Dituntut 6 Tahun Penjara Karena Aniaya 2 Remaja Soal Harga Diri Istri

TRIBUN-TIMUR,- Penceramah Habib Bahar bin Smith ditahan polisi setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (18/12/2018) lalu.

Adapun penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith dilakukan setelah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Habib Bahar bin Smith.

Baca: CATAT! Kementerian Kominfo Kembali Membatasi Penggunaan WhatsApp & Media Sosial Saat Sidang MK

Baca: Pebulutangkis Nomor Satu Dunia Asal Malaysia Lee Chong Wei Pensiun, Intip Prestasi Gemilangnya

Seperti diketahui, Habib Bahar bin Smith memenuhi panggilan Polda Jabar terkait laporan dugaan penganiayaan terhadap dua anak di Bogor.

Berdasarkan laporan ke polisi, penganiayaan tersebut terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor, pada 1 Desember 2018 lalu, pukul 11.00 WIB.

Lalu bagaimana nasib Bahar Bin Smith sekarang?

Dilansir Kompas.com, Terdakwa kasus penganiayaan, Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang tuntutan yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (13/6/2019).

JPU Purwanto Joko saat membacakan tuntutannya mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi korban, ahli, dan saksi meringankan, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKU (17).

“Karena itu, JPU menuntut terdakwa hukuman enam tahun penjara dipotong selama masa tahanan. Kemudian membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan, dan membayar biaya perkara Rp 2.000,” tutur Purwanto, Kamis.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Edison, jaksa menilai penganiayaan terhadap CAJ (18) dan MKU (17) di Ponpes Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor 1 Desember 2018 membuat korban luka berat.

Halaman
123
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved