Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ikan Terbang Majene Diekspor ke Jepang, Potensi Lain Perlu Dilirik

UPI Sakura Prima di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Majene, telah mengekspor puluhan ton ikan terbang bakar tahun ini.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Pengemasan dan pemuatan ikan terbang ekspor di UPI Sakura Prima di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Majene, Sulbar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Unit Pengolahan Ikan (UPI) Sakura Prima di Desa Lalattedong, Kecamatan Sendana, Majene, telah mengekspor puluhan ton ikan terbang bakar tahun ini.

Tercatat sejak Januari 2019, UPI Sakura Prima telah mengekspor 77 ton produk ikan terbang bakar. Produk tersebut dikirim ke Negeri Sakura yakni Jepang.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Mamuju, Abdur Rohman menjelaskan, UPI tersebut mengirim produk ekspor dua kali sebulan. Tiap kali pengiriman dimuat menggunakkan kontainer berkapasitan empat ton.

Baca: 19 Desa Bakal Gelar Pemilihan Kepala Desa Serentak di Majene

Baca: Kumham Sulbar Bahas Penyusunan Ranperda Secara Online dengan Pemkab Majene

Baca: PKM-M Unhas Ajak Murid SD 19 Limboro Majene Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

"Total mereka sudah mengekspor itu sampai 77 ton sejak Januari," jelas Abdur Rohman, Kamis (13/6/20190.

Dijelaskan, Sakura Prima merupakan satu-satunya perusahaan yang mengekspor produk perikanan di Sulawesi Barat (Sulbar). Itupun hanya untuk produk ikan terbang bakar.

Menurutnya, Sulbar memiliki kekayaan perikanan yang sangat potensial untuk ekspor. Seperti tuna, tongkol, lobster dan berbagai jenis ikan lainnya.

Ia berharap, perusahaan eksportir dapat melirik potensi tersebut. Sehingga pengolahan ikan di daeran ini dapat mekasimal.

Ekspor hasil perikanan ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya nelayan. Sebab perusahaan eksportir membeli hasil tangkapan dari nelayan untuk diolah dan dikirim ke luar negeri.

"Ekspor ini dapat membantu masyarakat nelayan-nelayan kecil, nelayan menghasilkan ikan diterima oleh mereka sehingga masyarakat nelayan menjadi sejahtera," jelasnya.

Namun Abdur Rohman juga meminta eskportir tetap memperhatikan kelestarian ikan. Seperti UPI Sakura Prima yang selama ini tidak mengirim ikan terbang pada masa bertelur. Demi kelangsungan hidup ikan tersebut.

"Jadi pada masa bertelur ikan terbang yakni April hingga Oktober, mereka menghentikan pengiriman," terangnya. (Tribun Majene.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.comdi Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved