Bahar bin Smith Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta, Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Bahar bin Smith Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta, Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Bahar bin Smith Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta, Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
screen twitter @pujangga1123
Bahar bin Smith Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta, Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan 

Bahar bin Smith Dituntut Enam Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta, Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

TRIBUN-TIMUR.COM - Terdakwa kasus penganiayaan, Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tuntutan tersebut disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan yang digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (13/6/2019).

JPU Purwanto Joko saat membacakan tuntutannya mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi korban, ahli, dan saksi meringankan, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKU (17).

Baca: Akankah Jokowi & Prabowo Bertemu di Sidang Sengketa Pilpres Besok? Simak Alur Persidangan di MK

Baca: Cerita Panjang Ustadz Abdul Somad Ungkap Alasan Tak Jadi Cawapres Prabowo, Ungkap Wasiat Sang Kakek

Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU).
Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU). (screen twitter @pujangga1123)

Baca: 175 CPNS Takalar Belum Terima SK, Simak Penjelasan BKD

Baca: Mencoblos Dua Kali, Perempuan Ini Divonis Penjara Satu Bulan

“Karena itu, JPU menuntut terdakwa hukuman enam tahun penjara dipotong selama masa tahanan. Kemudian membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan, dan membayar biaya perkara Rp 2.000,” tutur Purwanto.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Edison, jaksa menilai penganiayaan terhadap CAJ (18) dan MKU (17) di Ponpes Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor 1 Desember 2018 membuat korban luka berat.

Tindakan terdakwa pun melanggar sejumlah pasal, antara lain Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 333 ayat (2) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana.

Lalu Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana tentang Penganiayaan, dan Pasal 351 ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Hal yang memberatkan, terdakwa pernah dihukum, mengakibatkan korban luka berat, dan meresahkan masyarakat.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa sopan selama persidangan, menyesali perbuatan, dan sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan korban.

Halaman
123
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved