Tiap Tahun, Desa Tamalanrea Selayar Produksi 200 Ton Jambu Mente

isampaikan pada pengolahan jambu mente di Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar

Tiap Tahun, Desa Tamalanrea Selayar Produksi 200 Ton Jambu Mente
Afdal
Foto bersama saat kegiatan pengolahan jambu mente di Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Salatan, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Kepala Bidang UKM, Jamaluddin Krg Mangawing membuka kegiatan
pengolahan jambu mente di Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar,  Sulawesi Salatan, Selasa (11/6/2019).

Dihadiri Kepala Desa Tamalanrea Awaluddin, pendamping lokal desa Afdal Patta,  pemerintah desa Tamalanrea, pendamping UMKM dan kelompok UMKM Desa Tamalanrea.

Jamaluddin  mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, saat ini fokus menggenjot pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM.

Baca: TRIBUNWIKI :Terpilih Kembali di DPRD Selayar, Ini Profil Muhammad Ardi

Baca: Pohon Kelapa Tumbang, Listrik di Dolla Selayar Padam 13 Jam

Baca: Dua Kali Mencoblos, Warga Selayar Ini Terancam Denda Rp 18 Juta

"Saat ini memang fokus kepada pemberdayaan dan pengembangan UMKM. Hal ini dimaksudkan selain menciptakan pelaku usaha baru yang mampu mengolah potensi lokal Selayar juga sebagai wujud dukungan terhadap program kepariwisataan di Kepulauan Selayar,"ungkapnya.

Ia melihat kesungguhan dan semangat para pelaku usaha UMKM Desa Tamalanrea yang telah memproduksi, kacang Mente hasil bumi Selayar.

"Adanya kesungguhan dan semangat para pelaku usaha dalam memproduksi kacang mente di Desa Tamalanrea ini, olehnya itu tidak salah jika desa Tamalanrea di tetapkan sebagai sentra pengolahan jambu mente di Kepulauan Selayar,"tuturnya.

Sementara itu Awaluddin, menambahkan, Desa Tamalanrea setiap tahunnya mampu memproduksi ratusan ton jambu mente.

"Kami setiap tahunnya hasil jambu mente itu kurang lebih 200 ton, sehingga melalui dana Desa maka Pemerintah Desa Tamalanrea selama dua tahun ini telah menganggarkan bantuan pemberdayaan berupa alat kacip jambu mente ,"jelasnya. 

Hal itu,  kata dia,  digunakan oleh para kelompok dalam mengolah jambu mente gelondongan menjadi produk kacang mente.

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah, IG: @ Nur_Wahidah_Saleh

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved