Ramadan Hingga Idulfitri 1440 H, Uang Beredar di Sulsel Rp 5,4 Triliun

Hal ini dianggap capaian positif, dimana aktivitas perekonomian terus mengelami peningkatan yang signifikan di Sulsel.

Ramadan Hingga Idulfitri 1440 H, Uang Beredar di Sulsel Rp 5,4 Triliun
sukmawati/tribun-timur.com
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Bambang Kusmiarso saat ditemui awak media, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Peredaran uang kartal rupiah periode Ramadan dan Lebaran Idulfitri setiap tahunnya meningkat.

Khusus Sulawesi Selatan (Sulsel), di 2018 naik 25 persen dan 2019 meningkat 34 persen.

Hal ini dianggap capaian positif, dimana aktivitas perekonomian terus mengelami peningkatan yang signifikan di Sulsel.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Bambang Kusmiarso saat ditemui Tribun Timur di Halal Bihalal BI Sulsel, Baruga Phinisi Lantai 4, Jl Jenderal Sudirman No 3, Makassar, Rabu (12/6/2019).

"Peredaran uang dari ramadan sampai idulfitri mencapai Rp 5,46 triliun. Tidak jauh berbeda dengan proyeksi BI yakni Rp 5,66 triliun mendekati Rp 5,7 triliun," katanya.

Menurutnya, peredaran uang yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya tidak lepas dari bantuan perbankan Sulsel.

"Selain pastisipasi perbankan yang juga setiap tahun meningka, kita juga menggandeng BPR hingga sejumlah minimarket di Sulsel agar bisa sinergi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan antusias perbankan dalam membantu masyarakat juga terlihat dari banyak yang ikut berpartispasi pertukaran uang menjelang lebaran.

"Selain beberapa titik di Makassar, kita juga ada kas titipan dan khusus di Sulsel ada empat yakni Palopo, Bone, Parepare dan Bone. Jadi kas titipan itu tentunya dari bantuan perbankan-perbankan yang juga menyalurkan uang," ungkapnya.

"Jadi aktifitasnya selalu kita lihat kebutuhan uang-uang yang ada di masing-masing kas titipan. Jadi begitu berkurang kita datangi lagi. Buat kita masyarakat puas, BI juga puas," lanjutnya.

Selain itu, Bambang mengharapkan kepada masyarakat agar selalu merealisasikan lima semboyan BI yakni uang jangan distaples, jangan diremas, jangan dibasahi, jangan dilipat dan jangan dicoret.

Tak hanya itu, di akhir wawancara Bambang mengatakan inflasi di Sulsel dua tahun terakhir masih aman terkendali.

"Kami berterimakasih dengan pemerintah daerah, kota, kepolisian, serta beberapa elemen. Karena inflasi itu adalah musuh kita bersama," tuturnya. (uma)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umsconcit

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved