OPINI

OPINI - Sirnakan Perbedaan Saat Hari yang Fitri

Penulis adalah Guru SMA Tahfidzul Qur'an Imam Asy-Syathiby Wahdah Islamiyah Gowa

OPINI - Sirnakan Perbedaan Saat Hari yang Fitri
tribun timur
Guru SMA Tahfidzul Qur'an Imam Asy-Syathiby Wahdah Islamiyah Gowa 

Oleh:
Muhammad Asri SPd
Guru SMA Tahfidzul Qur'an Imam Asy-Syathiby Wahdah Islamiyah Gowa

Perbedaan pelaksanaan Idul Fitri sudah menjadi realita yang kerap terjadi hampir setiap tahunnya.

Perbedaan tersebut baik terjadi dalam negeri yang sama maupun antara satu negeri dengan negeri lainnya. Idul Fitri tahun ini jatuh pada tanggal 05 Juni 2019.

Hal ini berdasarkan ketetapan pemerintah dalam Sidang Itsbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 3 Juni 2019. Namun, tidak demikian dengan Pemerintah Arab Saudi.

Mahkamah Agung Arab Saudi mengumumkan penetapan 1 Syawal jatuh pada Selasa, 4 Juni 2019 karena bulan sabit Syawal sudah kelihatan di sebagian wilayah Kerajaan Arab Saudi pada senin malam.

Fenomena ini lantas menimbulkan pertanyaan atau bahkan kebingungan bagi sebagian kaum muslim.

Mengapa ini bisa terjadi, padahal waktu berjalan lebih duluan Indonesia. Bagaimana memahami ini?

Berdasarkan pertanyaan tersebut, penulis mencoba memberikan gambaran. Persoalan mana duluan Indonesia atau Saudi, ini sama dengan pertanyaan mana duluan telur atau ayam.

Sumber utamanya adalah tempat terjadinya konjugasi/ ijtima' antara bulan dan matahari yang berbeda setiap bulannya. Ini yang harus dipahami terlebih dahulu.

Baca: DPRD Sulteng Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional pada Guru Tua

Ijtima' atau konjugasi geosentris merupakan sebuah gejala alam yang didefinisikan sebagai peristiwa saat matahari dan bulan berada pada posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved