Lebih Mahal dari Jalan Tol, Tarif Nyeberang Poros Wajo-Bone Tembus Rp 100 Ribu

Jalan poros yang jadi langganan banjir tersebut belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat.

Lebih Mahal dari Jalan Tol, Tarif Nyeberang Poros Wajo-Bone Tembus Rp 100 Ribu
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Sebuah mobil yang disebrangkan menggunakan perahu di Jl Poros Sengkang - Bone, tepatnya di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNWAJO.COM, PAMMANA - Sudah delapan hari Jalan Poros Sengkang-Bone, tepatnya di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, terendam banjir dan tak bisa dilalui kendaraan, Selasa (11/6).

Kasat Lantas Polres Wajo AKP Muhammad Yusuf menyebutkan, jalan poros yang jadi langganan banjir tersebut belum bisa dilalui kendaraan, baik roda dua, maupun roda empat.

"Masih belum bisa dilalui, pengendara kita imbau ambil jalur alternatif ke Salonro, Kabupaten Soppeng," katanya.

Warga Desa Pallawarukka Ahmad Enre (54) menyebutkan, ketinggian air malah bertambah dari hari-hari sebelumnya.

Baca: Selama Ops Ketupat di Kabupaten Wajo, Ada 3 Kecelakaan dan 1 Meninggal

Baca: 11 Tahun Jadi Anggota DPRD Wajo, Ini Cara Agustang Ranreng Jaga Suara Pemilihnya

"Ini tambah naik air sedikit, sekitar satu jengkal naiknya" ujarnya kepada Tribun.

Pengendara dari arah Kabupaten Bone yang hendak ke Kabupaten Wajo, maupun sebaliknya, menempuh jalur alternatif ke Salonro, Kabupaten Soppeng.

Masyarakat secara swadaya membuat jembatan kayu yang bisa dilalui motor.

Untuk melintasi jembatan itu, pengendara harus merogoh kantong Rp 15 ribu.

Itupun keselamatan pengendara motor tidak terjamin. Hampir setiap hari ada pengendara yang tercebur ke air karena tidak bisa mengimbangi laju kendaraannya saat melintasi jembatan sempit itu.

Baca: VIDEO: BPBD Wajo Evakuasi Korban Banjir Pakai Rakit Batang Pisang

Baca: Pemda Wajo Bantu 5 Ton Beras ke Korban Banjir

Untuk kendaraan roda empat menggunakan rakit yang dibuat masyarakat setempat.

Tarifnya sekali menyeberang, Rp 100 ribu.

Hingga kemarin, masih ada lima kecamatan, 30 desa maupun kelurahan yang terendam banjir.

Ketinggian air pun beragam, dari 50 cm sampai 230 centimeter.(tribunwajo.com)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved