Waterboom Mattampa Disegel Pemkab Pangkep

Disitu tertulis Peringatan, 'Lokasi Waterboom Mattampa Ditutup/Disegel, Sampai Waktu Ditentukan Kemudian'.

Waterboom Mattampa Disegel Pemkab Pangkep
Hendra, Dinas Pariwisata Pangkep.
Satpol PP Pemkab Pangkep menyegel lokasi Waterboom Mattampa Pangkep di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulsel, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 17.15 Wita. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Waterboom Mattampa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulsel, disegel, Selasa (11/6/2019).

Pantauan TribunPangkep.com, pemasangan baliho penyegelan dijaga ketat Satpol PP Pangkep.

Disitu tertulis Peringatan, 'Lokasi Waterboom Mattampa Ditutup/Disegel, Sampai Waktu Ditentukan Kemudian'.

Pemkab Pangkep dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep tidak lagi mentolerir pihak ketiga pengelola CV Abadi Mega Grup.

"Iya tadi sore sudah disegel sekitar pukul 17.15 Wita, ada dari Satpol PP yang dampingi Dinas Pariwisata," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Pangkep, Ahmad Djamaan.

Ahmad menyebut penyegelan oleh Pemkab karena pihak pengelola tidak sanggup membayar biaya kontrak yang diminta Pemkab Pangkep.

"Sudah dikasi waktu, kontrak habis itu sebenarnya Desember 2018. Pak Bupati juga sudah kasi waktu mereka hingga Mei 2019 ini tetapi tidak diperhatikan juga," katanya.

Pihaknya juga telah melapor ke Polres Pangkep untuk permasalahan ini.

"Kita sudah lakukan pemberitahuan dan koordinasi dengan Polres, tapi polisi kan tugasnya di ranah pidana. Kalau persoalan ini paling ranah perdata atau tatausaha negara," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Selasa (4/6/2019) lokasi ini sudah putus kontrak dan penyebab ditutupnya Waterboom Mattampa Pangkep karena pihak pengelola CV Metro Abadi tidak mampu membayar sesuai permintaan Pemkab Pangkep.

Ahmad menyebut, Pemkab minta dinaikkan kontribusinya, tetapi pengelola beralasan tidak sanggup karena pengunjung semakin berkurang.

Selain itu, alasan Pemkab Pangkep tidak memperpanjang lagi hubungan kerjasama dengan pihak ketiga karena fasilitas disana tidak terawat dan dibiarkan terbengkalai.

Ahmad Djamaan mengaku pihak ketiga tidak menunjukkan sikap tanggungjawab kepada Pemkab Pangkep, karena telah berkali-kali diberikan perpanjangan.

Pihak Pemkab hanya meminta Pendapatan Asli Daerah (PAD) setahun itu Rp 100 juta, tetapi pihak ketiga tidak menyanggupi.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved