Sudah 8 Hari Jl Poros Sengkang - Bone Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Mobil

Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf menyebutkan, jalan poros yang jadi langganan banjir tersebut belum bisa dilalui.

Sudah 8 Hari Jl Poros Sengkang - Bone Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Mobil
hardiansyah / tribun timur
Pengendara motor yang dibantu masyarakat untuk menyebrangi Jl Poros Sengkang - Bone di Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo yang putus akibat banjir, Minggu (9/6/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, PAMMANA - Sudah 8 hari Jl Poros Sengkang - Bone, tepatnya di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo terendam banjir dan tak bisa dilalui, Selasa (11/6/2019).

Kasat Lantas Polres Wajo, AKP Muhammad Yusuf menyebutkan, jalan poros yang jadi langganan banjir tersebut belum bisa dilalui.

LENGKAP Lafadz Doa, Niat Puasa Syawal Berikut Keuntungannya Bisa Dibaca Siang Hari Jika Tak Sempat

Terpilih 3 Kali di DPRD Luwu Utara, Begini Starategi Ketua PAN Lutra Jaga Konstituen

"Masih belum bisa dilalui, pengendara kita imbau ambil jalur alternatif ke Salonro, Kabupaten Soppeng," katanya, Selasa (11/6/2019).

Salah satu warga di Desa Pallawarukka, Ahmad Enre (54) menyebutkan, ketinggian air malah bertambah dari hari-hari sebelumnya.

"Ini tambah naik air sedikit, sekitar satu jengkal naiknya" katanya kepada Tribun Timur.

Dari pantauan Tribun Timur, air sudah setinggi perut orang dewasa di bagian tengah jalanan.

Kondisi Jl Poros Sengkang - Bone di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo yang putus akibat banjir, Minggu (9/6/2019).
Kondisi Jl Poros Sengkang - Bone di KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo yang putus akibat banjir, Minggu (9/6/2019). (hardiansyah / tribun timur)

Sejumlah pengendara dari arah Kabupaten Bone yang hendak ke Kabupaten Wajo, maupun sebaliknya mengambil jalur alternatif ke Salonro, Kabupaten Soppeng.

Masyarakat secara swadaya membuat jembatan kayu yang bisa disebrangi dan dilalui motor. Dengan merogoh kantong Rp 15.000, motor pun bisa melintas.

Bagi kendaraan roda empat pun juga sudah bisa menggunakan jasa perahu yang dibuat masyarakat. Tarifnya sekali menyebrang, Rp 100.000. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan tribun-timur.com di Whatsapp Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved