RILIS

Pasca-Lebaran, Panen Cabai Kembali Lancar, Harga di Tingkat Petani Turun

Pascalibur Lebaran Idul Fitri 1440 H atau 2019, para petani cabai di sentra produksi Kabupaten Kediri, Blitar, Tuban, dan Malang, Provinsi Jawa Timur

Pasca-Lebaran, Panen Cabai Kembali Lancar, Harga di Tingkat Petani Turun - aktivitas-petani-cabai-1-1162019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Pasca-Lebaran, Panen Cabai Kembali Lancar, Harga di Tingkat Petani Turun - aktivitas-petani-cabai-2-1162019.jpg
DOK KEMENTAN RI

TRIBUN-TIMUR.COM - Pascalibur Lebaran Idul Fitri 1440 H atau 2019, para petani cabai di sentra produksi Kabupaten Kediri, Blitar, Tuban, dan Malang, Provinsi Jawa Timur kini sudah kembali memetik cabai.

Selain pasokan kembali lancar, melimpahnya panen cabai di sentra tersebut turut mendorong pergerakan harga cabai turun, terutama cabe rawit merah.

"Peningkatan harga cukup drastis pada lebaran disebabkan berkurangnya pasokan. Petani dan buruh petik mengambil jatah libur untuk berlebaran dengan keluarganya, nah sekarang baru bisa panen. Wajar kalau melimpah hasil panenan kali ini," demikian dikatakan Suyono dari Paguyuban Petani Cabai Kediri.

Demikian siaran pers Kementerian Pertanian RI kepada Tribun-Timur.com, Selasa (11/6/2019).

Lebih lanjut Suyono menyampaikan, di tingkat distributor, Minggu (9/6/2019), harga cabai merah besar varietas gada Rp 20 ribu per Kg dan imola Rp 17 ribu per Kg.

Harga cabai merah keriting turun menjadi Rp 20 ribu per Kg, sedangkan harga cabai rawit merah kecil varietas pusaka/brenggolo terjun menjadi Rp 6 ribu per Kg, nanu/prentul Rp 4 ribu per Kg, dan Kencana Rp 5 ribu per Kg.

Meski panen melimpah, harga cabai diakuinya masih menguntungkan khususnya jenis cabai keriting dan TW.

"Untuk jenis rawit merah memang masih sangat rendah dan diperkirakan akan bertahan sampai bulan Juli. Mudah - mudahan lekas membaik harganya supaya petani tetap semangat menanam atau merawat kebunnya," kata Suyono, pria yang dipanggil Yono.

Khusus cabai TW, hasil panen banyak diserap oleh industri olahan dan makanan lewat jalur kemitraan.

"Untuk cabai rawit merah varietas lokal yang banyak ditanam yaitu brenggolo, manu atau prentul dan kencana. Untuk memperbaiki harga cabai rawit merah, mau gak mau kami harus atur pola tanam sesuai anjuran pemerintah," katanya mengimbuh.

Halaman
12
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved