Jl Poros Sengkang - Bone Jadi Langganan Banjir Selama 10 Tahun, Warga: Ditimbun Bukan Solusi!

Proses penimbunan tersebut mulai dilakukan sejak Senin (10/6/2019) sore kemarin hingga hari ini. Dari data yang dihimpun Tribun Timur.

Jl Poros Sengkang - Bone Jadi Langganan Banjir Selama 10 Tahun, Warga: Ditimbun Bukan Solusi!
mobil tongkang yang melakukan penimbunan
Sebuah mobil tongkang yang melakukan penimbunan di Jl Poros Sengkang - Bone KM 17 Cempa, Desa Paawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo kembali ditimbun, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, PAMMANA - Jalanan amblas dan banjir di Jl Poros Sengkang - Bone KM 17 Cempa, Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo kembali ditimbun pemerintah, Selasa (11/6/2019).

Proses penimbunan tersebut mulai dilakukan sejak Senin (10/6/2019) sore kemarin hingga hari ini. Dari data yang dihimpun Tribun Timur, penimbunan kali ini adalah yang ketiga kalinya sepanjang 2019.

Polisi Sebut Kivlan Zen Otak di Balik Rencana Pembunuhan 5 Tokoh, Ini Pengakuan Tersangka

Setelah Lantik 71 Kepala Sekolah, None Dapat Jabatan Baru

"Yang ketiga kalinya ini ditimbun lagi, tapi begitu-begitu saja. Banjir, ditimbun. Turun lagi tanahnya, datang air banjir lagi, ditimbun lagi," kata salah satu warga di Desa Pallawarukka, Ahmad Enre (54) kepada Tribun Timur, Selasa (11/6/2019).

Menurutnya, ditimbun bukan solusi. Mengingat, sudah 10 tahun jalanan amblas sepanjang 200 meter tersebut jadi langganan banjir.

"Susah kalau ditimbun terus, karena di samping kiri kanannya itu ada air. Dalamnya saja itu 4 meter, mana lagi yang di pinggir sungai hampir 5 meter," katanya.

Ahmad Enre yang bermukim tepat di samping jalan amblas tersebut menyebutkan, pernah sekali waktu timbunan jalanan melebihi tinggi pondasi rumahnya.

"Bulan September tahun lalu itu ditimbun, lebih tinggi dari pondasi rumah, tapi hilang semua lagi timbunannya, banjir lagi," sambungnya.

Dirinya berharap, pemerintah betul-betul memikirkan solusi untuk jalanan tersebut. Mengingat, ada banyak altivitas masyarakat yang terganggu saban tahun.

"Lebih baik dipasangkan gorong-gorong supaya ada jalannya air keluar, ini kalau ditimbun tetap ada air di samping. Kalau pun tidak dibuatkan gorong-gorong sekalian jembatan saja," katanya.

Penimbunan memang sementara dilakukan, agar pengendara dari arah Kabupaten Bone yang hendak ke Kabupaten Wajo, ataupun sebaliknya, tak lagi memutar arah ke Salonro, Kabupaten Soppeng.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved